TribunBatam/

Hangout

Menjelajah dan Bermalam di Danau Ranukumbolo. Surganya Para Pendaki

Ranukumbolo sering juga disebut sebagai “surga” para pendaki. Tempat ini memang sangat menakjubkan.

Menjelajah dan Bermalam di Danau Ranukumbolo. Surganya Para Pendaki
TRIBUNBATAM
Hangout 

TERLETAK di ketinggian sekitar 2.400 meter di atas permukaan laut (MDPL), membuat hawa di Ranukumbolo lumayan dingin. Di balik rasa dingin tersebut, tempat wisata ini memiliki keindahan yang memesona.

Di sini ada sebuah danau yang terletak pada pertengahan trek pendakian ke Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Luas danaunya sekitar 15 hektare, dan termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Jaraknya sekitar 10,5 km dari Ranu Pane, desa terakhir yang dijumpai sebelum memulai trekking ke Ranukumbolo ini.

Bagaimana keseruan bertualang di danau yang selalu berwarna biru kehijauan itu? Seorang travel blogger dari Batam, Bambang Saputra atau yang akrab disapa Bams Nektar, merepotasekannya untuk Anda.

Mencapai “Tanjakan Cinta”
Ranukumbolo sering juga disebut sebagai “surga” para pendaki. Tempat ini memang sangat menakjubkan. Dengan air danau yang berwarna biru kehijauan, dikelilingi perbukitan yang didominasi savanna yang luas.

Fajar atau sunrise-nya adalah salah satu yang terindah di Indonesia, karena terbit tepat di tengah cekungan pertemuan antara dua bukit.

Saat siang maupun sore hari, sinar mentari menerobos sisi-sisi pohon pinus di lereng bukit yang mengelilingi Ranukumbolo. Pantulan sinar itu berkilauan di permukaan air yang beriak karena belaian angin lembah.

Tidak heran, tempat ini selalu diserbu para pengunjung walaupun butuh perjuangan untuk mencapainya. Setidaknya dibutuhkan waktu kurang-lebih 4-5 jam untuk mencapainya dari Ranupane.

Tentu saja ini membutuhkan fisik yang prima, apalagi jalur yang ditempuh memang lebih banyak mendaki.
Tempat wisata ini makin diminati ketika muncul di film 5 cm beberapa tahun lalu. Karena makin tersohor, jumlah pengunjung yang mendatangi Ranukumbolo bertambah banyak.

Tidak heran juga, TNBTS membatasi jumlah kunjungan harian yakni hanya diizinkan 500 orang per harinya. Ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan rusaknya lingkungan dan habitat taman nasional ini.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help