Polisi Gerbek Gudang Beras Diduga Oplosan, Tapi Beras Tersebut Masih Dijual

Beberapa sumber di Polres Tanjungpinang menyebutkan, penggrebekan itu terkait dugaan pengoplosan beras bulog dengan beras premium.

Polisi Gerbek Gudang Beras Diduga Oplosan, Tapi Beras Tersebut Masih Dijual
barang bukti beras diduga oplosan yang digerebek Polres Tanjungpinang. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG - Satreskrim Polres Tanjungpinang menggerebek gudang beras milik AH, pemilik Swalayan Pinang Lestari, Jumat (22/9/2017).

Beberapa sumber di Polres Tanjungpinang menyebutkan, penggrebekan itu terkait dugaan pengoplosan beras bulog dengan beras premium.

Beberapa barang bukti diduga beras oplosan dan pemilik AH langsung dibawa ke Polres Tanjungpinang.

Dua karyawan gudang yang juga ikut dimintai keterangannya oleh polisi.

Polres mengamankan beberapa karung beras yang terbungkus dengan plastik bening polos dan tertera nama-nama dan merk buatan sendiri.

Pantauan di Swalayan Pinang Lestari, beras-beras itu masih terjual dan masih laris manis oleh warga Tanjungpinang.

"Masih ada Pak (jual beras) polos. Itu sebelah sana," kata karyawan Pinang Lestari ditemui di swalayan, Sabtu (23/9/2017).

Pantauan Tribun, berbagai merek beras tertata rapi dengan berbagai ukuran berat.

Namun beras polos yang hanya diberikan merk dengan spidol warna hitam masih nampak terpampang. ‎

Beras itu dijual dengan berbagai ukuran merk dari 5 kilogram hingga puluhan kilogram.

Sementara itu, ‎di Reskrim Polres Tanjungpinang puluhan karung yang diperkirakan mencapai ratusan kilogram itu nampak tertumpuk dan dilintasi dengan garis polisi.

Di bagian karung plastik itu tertera tulisan 'BB (barangbukti) Pinang Lestari'.

"Iya tadi malam kita amankan beras ‎yang kita duga sebagai tempat pengoplosan beras," kata petugas polisi.

Sementara itu, Kasat Reskrim maupun Kapolres Tanjungpinang belum bisa dikonfirmasi terkait penggrebekan di gudang Pinang lestari.

Selain itu, sebuah gudang lain di Kampung Sumber Karya, Gang Cipta Rezeki, Kelurahan Batu 9, juga diamankan polisi.

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help