Kasus Pelabuhan Fery Dompak, Polres Tanjungpinang Tuding PPK Tidak Kooperatif. Kenapa?

Kasus Pelabuhan Fery Dompak, Polres Tanjungpinang Tuding PPK Tidak Kooperatif. Kenapa?

Kasus Pelabuhan Fery Dompak, Polres Tanjungpinang Tuding PPK Tidak Kooperatif. Kenapa?
TRIBUNBATAM/WAHIB WAFA
Ilustrasi. Atap pelabuhan Dompak mengalami kerusakan, padahal pelabuhan ini belum resmi dioperasikan seperti terlihat Jumat (23/12/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek pelabuhan Fery Internasional Dompak yang menelan anggaran Rp 220 miliar, Hariyadi tidak kooperatif memenuhi pemeriksaan Penyidik Polres Tanjungpinang.

Baca: Polres Pinang Akan Panggil Lagi Pejabat KSOP Terkait Proyek Pelabuhan Dompak. Ini Alasannya

Baca: ‎Polres Tanjungpinang Selidiki Ketidakberesan Pelabuhan Dompak. Siapa Pejabat yang Diperiksa?

Baca: Blak-blakan, Kejati Kepri Tak Bantah Endus Proyek Pelabuhan Dompak!

Baca: Terungkap! Sakit Ginjal Parah, Ini Alasan Bung Karno Tolak Bantuan Warga Jatim dan KKO Pasca G30S!

Hal itu setelah dilakukan pemanggilan oleh penyidik Polres Tanjungpinang.

Kasat Reskrim Polres Ta‎njungpinang AKP Dwihatmoko Wiraseno menuturkan telah beberapa kali memanggil Haryadi dalam agenda klarifikasi pengumpulan barang bukti dan keterangan tidak hadir. Kasat menyebut Haryadi kurang kooperatif memenuhi pemeriksaan.

"Memang sempat beberapa‎ kali kita panggil. Namun tidak hadir," kata Kasat Rekrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko Ruseno kepada Tribun Batam, Minggu (24/9/2017).

Menurutnya, pihaknya masih terus berupaya mengumpulkan barang bukti. Pengecekan ke lokasi proyek pelabuhan itu pun telah dilakukan beberapa. Namun pihaknya masih butuh bukti banyak terkait penyimpangan.

"Kita sudah konservasi dilapangan.. Kita cek speknya. Karena banyak speknya. ‎Jadi masih butuh proses yang panjang. Karena tak semudah itu mengungkap kasus korupsi," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help