Lagi, Kepala Daerah Dicokok KPK. Mendagri: Saya Berharap Ini yang Terakhir

Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo memberikan apresiasi kepada KPK yang kembali mencokok kepala daerah yang diduga terlibat korupsi

Lagi, Kepala Daerah Dicokok KPK. Mendagri: Saya Berharap Ini yang Terakhir
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/4/12/2015). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi resmi ditetapkan menjadi tersangka dan saat ini telah ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Iman diduga menerima suap Rp 1,5 miliar dari PT Brantas Abipraya dan PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) untuk pembangunanan Transmart.

Terkait itu, Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo memberikan apresiasi kepada KPK yang kembali mencokok kepala daerah yang diduga terlibat korupsi.

Baca: Wali Kota Cilegon Iman Ariyandi dan 9 Orang Lainnya Ditahan. Uang yang Disaita KPK Tak Main-main

Baca: Wali Kota Cilegon Iman Ariyadi Pernah Jadi Saksi Waktu Ayahnya Ditangkap KPK. Ini Kasusnya

Baca: Sebelum Kena OTT, Wali Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi Ternyata Pernah Berurusan dengan KPK

"Kita mengapresiasi guna mewujudkan pemerintahan yang bersih. OTT kepala daerah adalah keberhasilan KPK dalam penegakan hukum," kata Tjahjo melalui pesan singkatnya, Minggu (24/9/2017).

Meski demikian, politisi PDI Perjuangan itu juga tak ingin ada lagi kepala daerah yang menjadi "pasien" lembaga anti-rasuah.

"Saya berharap OTT Wali Kota Cilegon ini yang terakhir," tegas Tjahjo.

Ia mengingatkan agar semua kepala daerah untuk menjaga komitmennya, melaksanakan sumpah jabatannya saat dilantik sebagai "raja kecil" di daerah untuk tidak korupsi.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved