Heboh! Diduga Gelapkan Uang Rp 1 Miliar Lebih, Polisi Tahan Staf PT Bintan Lagoon Resort!

Heboh! Diduga Gelapkan Uang Rp 1 Miliar Lebih, Polisi Tahan Staf PT Bintan Lagoon Resort!

Heboh! Diduga Gelapkan Uang Rp 1 Miliar Lebih, Polisi Tahan Staf PT Bintan Lagoon Resort!
VOANEWS
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bintan mengamankan dan menahan seorang staf PT Bintan Lagoon Resort (BLR). Pelaku adalah NR, seorang wanita berusia 45 tahun.

Baca: Terungkap! Sakit Ginjal Parah, Ini Alasan Bung Karno Tolak Bantuan Warga Jatim dan KKO Pasca G30S!

Baca: Misteri Terbongkar! Kenapa Pria Kerap Mengambil Keputusan Bodoh Ketika Terangsang? Ini Jawabnya!

Baca: Soal Unjuk Rasa Pekerja Bintan Lagoon Resort, Disnaker Bintan Panggil Kedua Pihak. Ini Jadwalnya!

Baca: Istri Pendiri Nikahsirri.com Blak-blakan, Suaminya Gila Sejak Kalah Pilkada di Banyumas!

NR ditahan atas kasus dugaan penggelapan dalam jabatan. Jabatan sehari hari NR di PT BLR adalah manager cashier yang bertugas memungut setoran harian dari outlet. Belakangan, uang inilah yang tidak disetor ke rekening perusahaan.

Penahanan NR tindak lanjut atas laporan polisi bernomor LP- B / 109 / XII/2017/ KEPRI / RESBINTAN per 27 Desember 2016 lalu. Pelapor adalah kuasa PT Bintan Lagoon Resort.

Kasatreskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan membenarkan pihaknya telah mengamankan. NR diamankankan pada Rabu, 20 September 2017.

"Benar kami telah mengamankan pelaku berinisial NR dalam dugaan kasus penggelapan dalam jabatan,"kata Adi Kuasa Tarigan, Senin (25/9/2017).

Hasil penyidikan, modus penggelapan NR adalah mengambil duit tahap per tahap dari outlet outlet perusahaan lalu menutupi uang yang diambil dengan mengganti dari hasil outlet di hari selanjutnya.

Praktek ini nyaris tak ketahuan sampai suatu ketika kuasa hukum PT BLR menerima informasi dari bagian staf finance controller perusahaan yang memberitahu uang outlet senilai miliaran tidak masuk rekening perusahaan.

Mendapat laporan keuangan nihil tersebut, perusahaan melakukan etik komite internal. Prosedur ini wajib di perusahaan begitu ada indikasi temuan kerugian kas internal. Di situ, NR mengakui telah mengambil duit dari outlet outlet.

Tak main main, kerugian perusahaan atas tindakan NR mencapai Rp 1,1 miliar.

"Hasil audit internal PT BLR, kerugian mencapai Rp 1,1 miliat lebih. Uang itu merupakan hasil penjualan outlet-outlet yang tidak disetor ke rekening selama 8 hari,"kata Adi.

Atas kerugian semiliaran, perusahaan memutuskan membawa kasus dugaan penggelapan stafnya ke Polres Bintan.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help