Kasus Pencurian Aki di Karimun Berakhir Damai, Ahri Beri Topan Rp 2 Juta!

Kasus Pencurian Aki di Karimun Berakhir Damai, Ahri Beri Topan Rp 2 Juta!

Kasus Pencurian Aki di Karimun Berakhir Damai, Ahri Beri Topan Rp 2 Juta!
tribunbatam/rachta yahya
Kasus Pencurian Aki di Karimun Berakhir Damai, Pelaku Bersedia Mengganti Kerugian Korban 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Kasus pidana pencurian aki lori dengan korban Topan Rahmadan (45) di Kampung Baru, Kecamatan Tebing, Minggu (24/9/2017) pagi dan sempat diberitakan Tribun Batam, berujung damai antara korban dengan pelaku.

Baca: Polres Karimun Razia Tempat Hiburan Malam, Ini Lokasi Razia Narkobanya!

Baca: Heboh! Usai Menikah, Vicky Shu Tiba-tiba Unggah Video Kejutan Ini: Wajah Sedih Curhat Aku Disiksa!

Baca: Bikin Merinding! Di Tengah Laut, Secara Mistis Sultan HB IX ‘Meramal’ Akan Terjadinya Bencana G30S!

Baca: Bikin Ngakak! Cewek Ini Naik Ojek, Tak Disangka Sopirnya Sang Mantan yang Menghilang Tahunan!

Pelaku yakni Ahri Wirawan Saputra alias Puput (23) bersedia memberikan ganti rugi sebesar Rp 2 juta kepada Topan Rahmadan.

Keduanya berdamai di Mapolsek Tebing yang ditandai dengan pencabutan laporan polisi Nomor: LP-B/14/2017/KEPRI/RES KARIMUN/SPK SEK TEBING, tertanggal 25 September 2017 yang dibuat korban sehari sebelumnya.

Selain dikarenakan ganti rugi, Topan dalam surat perjanjian mengaku juga mempertimbangkan kondisi istri pelaku yang baru saja melahirkan sebagai alasan mencabut laporan polisi yang ia buat atas Ahri.

Saat perdamaian di Mapolsek Tebing itu, Ahri sempat mencium tangan Topan saat keduanya bersalaman.

“Ada beberapa faktor yang membuat korban akhirnya mencabut laporan polisi. terhadap pelaku yakni saudara Ahri Wirawan Saputra alias Pupun bin Risman. Diantaranya pelaku akan ganti rugi korban sebesar Rp 2 juta,

pertimbangan kondisi istri pelaku yang baru saja melahirkan dan kebutuhannya segera akan aki lori untuk usaha,” kata Kapolsek Tebing AKP Budi Hartono kepada Tribun Batam, Selasa.

Perdamaian antara korban dengan pelaku itu disaksikan orangtua pelaku dan sejumlah personil Polsek Tebing. Namun apabila dikemudian hari, pihak pertama atau pihak kedua melanggar kesepakatan perdamaian tersebut, maka pihak yang melanggar bersedia dituntut menurut hukum yang berlaku.

Topan Rahmadan mengaku kaget saat hendak pergi kerja mengangkut tanah, lorinya dengan nomor polisi BL 8556 UL tiba-tiba tidak bisa dihidupkan. Saat dicek, alangkah kagetnya dia begitu mengetahui dua unit aki lorinya, sudah raib.(*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help