86 Tahun Jakob Oetama - Cuplikan Video Perjalanan Jakob Oetama

Minat dan kepekaan Jakob Oetama pada masalah-masalah manusia dan kemanusiaan yang kemudian menjadi spiritualitas Kompas

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Tiap tanggal 27 September, salah satu pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama yang lahir tahun 1931 ini selalu bersyukur atas ulang tahunnya.

Tulisan ini merupakan refleksi atas warisan nilai yang dihidupi Jakob, yang menjadi tonggak tidak hanya bagi jurnalisme yang digeluti para wartawan Kompas dan grup Kompas Gramedia tetapi juga warisan yang mewarnai perjalanan jurnalisme Indonesia.

Jakob tidak meninggalkan sebuah warisan nilai dalam sebuah tuturan yang sistematis. Beragam pandangan dan gagasannya tentang jurnalisme dan menjadi wartawan disampaikannya secara lisan dalam sejumlah kesempatan saat berinteraksi dengan wartawan-wartawannya.

Tulisan ini mencoba merangkum ucapannya yang disampaikannya secara sporadis sepanjang perjalanannya membesarkan harian Kompas dan Grup Kompas Gramedia.

Baca: 86 Tahun Jakob Oetama dan Nama Koran Kompas Pemberian Bung Karno

Baca: PERLU DIKETAHUI ! Mulai Tahun 2019, Plat Kendaraan Warna Hitam Akan Diganti dengan Warna Ini

Baca: Nyamar Jadi PSK. Kapolsek di Jateng Ini Ditawar Brondong dengan Tarif Rp 50 Ribu Sekali Kencan

Bagi Jakob Oetama, pendiri Kompas Gramedia, kebesaran nama dan cerita sukses perjalanan hidupnya bukanlah semata-mata karena kehebatan dirinya, melainkan providentia Dei, bahasa latin yang berarti penyelenggaraan Ilahi.

Providentia Dei adalah kata-kata yang selalu ia selipkan tiap kali ia berkisah tentang pengalaman hidupnya, terutama tentang perjalanan panjang membesarkan Kompas Gramedia. 

Di balik makna providentia Dei tersirat kerendahan hati luar biasa. Dia mengimani, Tuhanlah yang menuntun langkah hidupnya melalui berbagai peristiwa kebetulan dalam hidup. 

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved