TribunBatam/
Home »

Video

Misteri Wagub Kepri

Agus Wibowo Tidak Hadir, Hanya Isdianto Datang ke Panlih DPRD. Begini Videonya!

Calon Demokrat Agus Tidak Hadir, Hanya Isdianto Datang ke Panlih. Begini Videonya!

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Calon wakil gubernur Kepri Agus Wibowo tidak hadir dalam rapat dengan panitia pemilihan (Panlih) DPRD Kepri.

Di dalam ruangan Media Center Kantor DPRD Kepri di Pulau Dompak Tanjungpinang, ketua dan anggota Panlih sajalah yang bertemu dengan calon wakil gubernur lainnya, Isdianto. Sedangkan Agus sendiri tidak berada di ruangan itu sampai rapat berakhir.

Ketua Panlih Wakil Gubernur Kepri Hotman Hutapea menginformsikan bahwa Agus memang tidak bisa menghadiri rapat tersebut. Bahkan Hotman sendiri sudah menelepon kader separtai politiknya di partai Demokrat itu.

"Namun, nomor teleponnya berada di luar jangkauan. Mungkin Pak Agus ada di pesawat," ungkap Hotman kepada awak media

Agus sendiri tidak mengabarkan tentang ketidakhadirannya pada rapat tersebut. Namun, menurut Hotman, dia tidak mendapat sanksi dari Panlih. Dia masih memiliki kesempatan selama tujuh hari untuk melengkapi berkasnya.

"Bisa saja dia mau bertemu dengan Panlih pada hari ke enam, lalu pada hari ke tujuh dia melengkapi berkas," celetuk Hotman.

Baik Isdianto maupun Agus mempunyai kesempatan 2 x 7 hari untuk melengkapi berkasnya. Setelah tujuh hari pertama, kedua calon memasukkan berkasnya. Sekretariat Panlih lalu memeriksa kelengkapan berkas kedua calon.

Berkas yang belum lengkap dikembalikan kepada calon untuk dilengkapi. Calon atau para calon mendapat kesempatan selama tujuh hari ke dua untuk melengkapi lagi berkasnya.

"Kalau selama waktu itu berkas calon itu belum lengkap maka calon tersebut dikembalikan kepada partai politik pengusung melalui gubernur Kepri. Nanti partai politik pengusung menentukan lagi satu calon lain," ungkap Hotman.

Jika seluruh prosedur ini berjalan lancar maka waktu pemilihan wakil gubernur Kepri di DPRD Kepri akan jatuh pada 18 Oktober 2017 mendatang. Namun, hal itu mengandaikan kedua calon melengkapi berkasnya sesuai jadwal yang ditentukan Panlih.

"Kemungkinan besar, pemilihan wakil gubernur Kepri jatuh pada 18 Oktober 2017. Namun, itu mengandaikan para calon sudah melengkapi berkasnya. Kalau berkasnya tidak lengkap, apa yang mau dipilih," kata Jumaga saat memberikan penjelasan kepada para mahasiswa yang berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kepri, Kamis siang.

Pada kesempatan terpisah, baik Jumaga maupun Hotman sama-sama menghendaki agar pemilihan wakil gubernur Kepri ini berlangsung secepatnya. Namun, hal tersebut bisa terwujud kalau kedua calon tepat waktu melengkapi berkasnya.

Lantas, apa sikap Panlih apabila satu calon dikembalikan kepada partai politik pengusung karena tidak bisa melengkapi berkasnya, namun partai politik pengusung lamban memprosesnya. Hotman mengatakan, Panlih akan memberikan waktu toleransi kepada partai politik pengusung selama tujuh hari setelah 18 Oktober 2017.

"Kalau selama rentang waktu itu, partai politik pengusung tidak menggubris maka kami akan berkonsultasi dan menyerahkan prosesnya kepada Kemendagri RI. Apa arahan Kemendagri RI, itulah yang kami laksanakan," tegas ketua Panlih Pemilihan Wakil Gubernur Kepri itu. (*)

Tags
Panlih
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help