Herman Muntah Darah Saat Diminta Polisi Peragakan Bagaimana Ia Membuat SIM Palsu

Ia ditangkap bersama dengan dua tersangka lainnya, Irwansyah (33) dan Rida Fahmi (35) seorang oknum Polisi yang bertugas di Yanma Polda Sumut

Herman Muntah Darah Saat Diminta Polisi Peragakan Bagaimana Ia Membuat SIM Palsu
tribunmedan/Array A Argus
Dua dari tiga tersangka yang diamankan petugas Ditreskrimum Polda Sumut karena membuat dan mengedarkan SIM palsu, Kamis (28/9/2017) malam. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin hal itulah yang menggambarkan nasib tragis kisah otak pelaku pembuatan SIM palsu, tersangka Herman Pohan (34) yang tinggal di Jalan Setia Luhur, Gang Arjuna, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Helvetia, Medan, Sumatera Utara. 

Kejahatannya membuat SIM palsu untuk diedarkan dan seolah-olah dikeluarkan secara resmi oleh Kepolisian harus berakhir dengan tertangkapnya dirinya.

Ia ditangkap bersama dengan dua tersangka lainnya, Irwansyah (33) dan Rida Fahmi (35) seorang oknum Polisi yang bertugas di Yanma Polda Sumut.

Herman, Irwan dan Fahmi ditangkap saat sedang memakai sabu. Ditemukan bong alat hisap sabu di TKP, yang masih berisi sabu-sabu yang belum habis digunakan.

Ribuan SIM palsu yang ditemukan di satu rumah kontrakan Jl Setia Luhur, Gang Arjuna, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Helvetia. Dari rumah tersebut, diamankan tiga orang tersangka, Kamis (28/9/2017) malam
Ribuan SIM palsu yang ditemukan di satu rumah kontrakan Jl Setia Luhur, Gang Arjuna, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Helvetia. Dari rumah tersebut, diamankan tiga orang tersangka, Kamis (28/9/2017) malam (tribunmedan/array)

Baca: Polisi Gerebek Tempat Pembuatan SIM Palsu di Medan. Seorang Oknum Polisi Ikut Diamankan

Baca: VIDEO dan 3 Fakta Maharasyi Hansa, Orang Indonesia Pertama Lolos Audisi The Voice di Amerika

Saat dimintai keterangan, Herman yang mengenakan singlet atau kaos dalam berwarna biru berulang kali meminta agar diberikan air putih, sambil memegangi punggung badannya. 

Terlihat ia sedang menahan rasa sakit, tetapi ia tidak memberi tahukan apa penyakit yang diderita. Namun saat kembali memegangi punggungnya, tiba-tiba saja ia mengeluarkan darah dari mulutnya.

“Pak, tolong panggilkan istriku. Soalnya dia yang biasa ngobati penyakitku,“ kata Herman sembari menahan rasa sakit, Kamis (28/9/2017).

Tidak lama berselang istri Herman datang dari ruang belakang rumah, sembari membawa beberapa bungkusan plastik berisi obat-obatan berbentuk Pil dan air hangat.

Ia lalu memberikan air hangat untuk diminum oleh Herman sambil memijat punggung Herman dan mengelap darah segar yang keluar dari mulut Herman.

“Dia sakit paru-paru bang sudah lama, jadi kalau tiap kumat penyakitnya aku yang langsung membantu memberikannya obat,“ tutur Istri Herman mengakhiri.(cr9/tribun-medan. com)

Tags
SIM
muntah
Editor: nandarson
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help