BATAM TERKINI

Gerah Truk Angkut Tanah Tanpa Ditutup Terpal, Warga Minta Pemko Bertindak

Warga Sagulung dan Batuaji mengeluhkan aktifitas cut and fill dan pengangkutan tanah untuk penimbunan lahan yang tak dilakukan sesuai prosedur.

Gerah Truk Angkut Tanah Tanpa Ditutup Terpal, Warga Minta Pemko Bertindak
TRIBUN BATAM/ALFANDI SIMAMORA
Truk pengangkut tanah dari lokasi cut and fill yang tanpa menutup muatan menggunakan terpal saat berada di jalan raya 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Warga Sagulung dan Batuaji mengeluhkan aktifitas cut and fill dan pengangkutan tanah untuk penimbunan lahan yang tak dilakukan sesuai prosedur. 

Sebab, tak sedikit kendaraan yang membawa tanah melebihi kapasitas truk sehingga mengakibatkan tanah yang diangkut berceceran di jalanan.  Padahal seharusnya, truk tersebut ditutup dengan terpal agar muatan berupa tanah tersebut tidak berceceran di jalan.

"Tanah yang berceceran di jalan tersebut akan membentuk gundukan yang membahayakan dan menyebabkan debu saat kering sehingga membahayakan kesehatan," ujar Sukri, seorang warga Sagulung, Sabtu (30/9/2017)

Ia berharap Pemerintah khususnya Dinas terkait segera melakukan penertiban serta menegakkan aturan yang berlaku.

Baca: Realisasikan KEK di Pulau Asam, Begini Pesan Jokowi ke Gubernur Kepri

Baca: Lelang Lukisan untuk Amal Terjual Semua, Ingin Tahu Harga Lukisan Bergambar Gubernur Nurdin?

Baca: Antisipasi Penumpang Gelap, Kini Boarding Pass Pelabuhan Domestik Sekupang Gunakan Barcode

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri mengatakan, izin terhadap pengembang yang melakukan cut and fill itu dikeluarkan BP Batam terkait pemangkasan lahan.

Sedangkan, untuk proses penimbunan izin dikeluarkan oleh DLH. Kewenangan Dishub hanya menertibkan saat pengangkutan barang atau tanah yang dibawa ke lokasi lain. Yakni terkait kelayakan kendaraan, baik itu izinnya dan juga uji KIR kelayakan kendaraan.

"Di dalam uji KIR ini, semuanya sudah termasuk di dalamnya. Baik itu kelayakan kondisi kendaraan dan juga aturan dalam pengangkutan tanah tidak boleh melebihi kapasitas dan harus menggunakan terpal saat mengangkut  barang seperti tanah dan pasir," ujarnya. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak, Minggu 1 Oktober 2017

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved