TribunBatam/

Krisis Kemanusiaan Rohingya

Kepala Bayiku Terbakar Saat Tentara Myanmar Lemparkan Bom. Saya Tak Tahu Apakah Ia Bisa Bertahan

Seorang bayi menjadi bukti kekejaman terbaru di negara Aung San Suu Kyi tersebut. Bayi bernama Taslima Brgum menderita luka parah di bagian kepalanya

Kepala Bayiku Terbakar Saat Tentara Myanmar Lemparkan Bom. Saya Tak Tahu Apakah Ia Bisa Bertahan
John Gladwin/Sunday Mirror
Areta Begum memperlihatkan luka bakar di kepala bayinya, Taslima, yang dilempar granat oleh militer Myanmar. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, COX BAZAR - Kekejaman militer Myanmar terhadap muslim Rohingya di Provinsi Rakhine sangat memilukan.

Seorang bayi menjadi bukti kekejaman terbaru di negara Aung San Suu Kyi tersebut.

Bayi bernama Taslima Brgum menderita luka parah di bagian kepalanya.

Sang ibu, Areta Begum, hanya kebingungan, sedih dan ketakutan melihat nasib sang bayi.

Luka bakar berukuran besar dan berwarna merah terlihat di ubun-ubun sang bayi.

Menurut Areta, kepala bayinya terbakar ketika tentara Myanmar melepaskan granat tangan dari luar rumahnya.

Seperti dilansir Sunday Mirror, Areta bercerita, ia berjalan kaki selama delapan hari untuk melarikan diri dari neraka Rakhine, tempat muslim Rohingya dipaksa keluar oleh militer.

Setelah itu ia menumpang dalam perahu nelayan yang penuh sesak untuk menyeberang Sungai Naf untuk sampai ke Bangladesh.

Areta akhirnya sampai di perbatasan dan kini bergabung dengan 70 ribu pengungsi lainnya di sebuah kamp kumuh yang tertletak di Cox Bazar, Bangladesh.

Areta mengaku sudah putus asa untuk mencari bantuan untuk mengobati anaknya, namun hingga saat ini belum ada tim medis yang menangani.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help