Krisis Kemanusiaan Rohingya

Kepala Bayiku Terbakar Saat Tentara Myanmar Lemparkan Bom. Saya Tak Tahu Apakah Ia Bisa Bertahan

Seorang bayi menjadi bukti kekejaman terbaru di negara Aung San Suu Kyi tersebut. Bayi bernama Taslima Brgum menderita luka parah di bagian kepalanya

Kepala Bayiku Terbakar Saat Tentara Myanmar Lemparkan Bom. Saya Tak Tahu Apakah Ia Bisa Bertahan
John Gladwin/Sunday Mirror
Areta Begum memperlihatkan luka bakar di kepala bayinya, Taslima, yang dilempar granat oleh militer Myanmar. 

"Militer datang ke rumah saya dan menembakkan peluru di rumah kami," katanya.

"Mereka menyiksa orang-orang di desa dan kemudian mereka melemparkan bom. Sebuah bom meledak di dekat rumah saya. Kepala bayi saya terbakar."

"Saya ketakutan. Saya tidak tahu apakah anak perempuan saya akan selamat atau mati. Saya adalah ibunya dan tidak ada yang bisa saya lakukan," kata ibu muda berusia 18 tahun ini.

Kamp-kamp pengungsian menjadi semrawut setelah Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina membuka perbatasan sejak 25 Agustus.

Saat ini ada 12 titik kamp pengungsian yang tidak tertata karena berkurangnya jumlah relawan.

Kondisi kampa pengungsian sangat kumuh dan bau busuk sangat menyengat di areal tersebut.

Penyakit mematikan mengancam para pengungsi, terutama anak-anak.

Suasana semakin parah karena hujan lebat membuat berbagai bantuan sulit menembus kamp tersebut.

Dari mulut pengungsi terdengar cerita memilukan tentang eksekusi, pembakaran dan pelecehan seksual yang memilukan.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved