Krisis Kemanusiaan Rohingya

Kepala Bayiku Terbakar Saat Tentara Myanmar Lemparkan Bom. Saya Tak Tahu Apakah Ia Bisa Bertahan

Seorang bayi menjadi bukti kekejaman terbaru di negara Aung San Suu Kyi tersebut. Bayi bernama Taslima Brgum menderita luka parah di bagian kepalanya

Kepala Bayiku Terbakar Saat Tentara Myanmar Lemparkan Bom. Saya Tak Tahu Apakah Ia Bisa Bertahan
John Gladwin/Sunday Mirror
Areta Begum memperlihatkan luka bakar di kepala bayinya, Taslima, yang dilempar granat oleh militer Myanmar. 

Sajede Begum (25), adalah saksi tanpa daya saat tentara dan milisi menyerang desa Nabura, di negara bagian Rakhine.

Sajade Begum menggendong bayinya. Suami dan dua anaknya dibakar oleh tentara Myamar (Sunday Mirror)

Lima anggota keluarganya tewas, termasuk dua anaknya bernama Yasminara (5) Shokatara (7), ketika tentara membakar rumah mereka.

Dengan tatapan kosong, dia menceritakan bagaimana dirinya berjuang untuk mencapai anak-anaknya sebelum rumah yang beratap daun kering menjadi abu.

Bagi Sajade, itu bukan kisah tragis pertama. 

Suaminya, Mohamed (26), juga tewas ditembak oleh tentara.

Yang bisa dilakukan Sajede hanya melarikan diri  seperti yang dilakukan Areta dan ribuan pengungsi lain.

Sajede melakukan perjalanan enam hari ke perbatasan Bangladesh dengan anak-anaknya yang masih hidup, Rushmi (7) dan Safad (2), serta seorang putri yang berusia dua bulan di pelukannya.

"Suami saya sebelumnya mengatakan bahwa kita harus pergi. Tapi dia ditembak mati oleh tentara sebelum kami pergi. Mereka tidak mengatakan apapun. Mereka langsung masuk rumah dan menembaknya. Mereka membunuh anak-anakku saat mereka membakar rumah kami."

"Saya mencoba menyelamatkan mereka, tapi saya tak sanggup. Rumah kami sudah terbakar," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help