Mungkin Ada yang Belum Tahu. Inilah Sosok 7 Pahlawan Revolusi. Korban G30S/PKI di Lubang Buaya

Enam jenazah jenderal dan satu perwira TNI AD dikubur dalam sebuah sumur tua nan sempit, berdiameter 75 senti meter dengan kedalaman 12 meter

Mungkin Ada yang Belum Tahu. Inilah Sosok 7 Pahlawan Revolusi. Korban G30S/PKI di Lubang Buaya
istimewa
Pahlawan Revolusi 

6. Mayjen Sutoyo Siswomiharjo

Sutoyo lahir di Kebumen, Jawa Tengah. Ia menyelesaikan sekolahnya sebelum invasi Jepang pada tahun 1942, dan selama masa pendudukan Jepang, ia belajar tentang penyelenggaraan pemerintahan di Jakarta.

Dia kemudian bekerja sebagai pegawai pemerintah di Purworejo, namun mengundurkan diri pada tahun 1944.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, Sutoyo bergabung ke dalam bagian Polisi Tentara Keamanan Rakyat (TKR)

Hal ini kemudian menjadi Polisi Militer Indonesia. Pada Juni 1946, ia diangkat menjadi ajudan Kolonel Gatot Soebroto, komandan Polisi Militer.

Ia terus mengalami kenaikan pangkat di dalam Polisi Militer, dan pada tahun 1954 ia menjadi kepala staf di Markas Besar Polisi Militer.

Dia memegang posisi ini selama dua tahun sebelum diangkat menjadi asisten atase militer di kedutaan besar Indonesia di London.

Setelah pelatihan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat di Bandung dari tahun 1959 hingga 1960, ia diangkat menjadi Inspektur Kehakiman Angkatan Darat, kemudian karena pengalaman hukumnya, pada tahun 1961 ia menjadi inspektur kehakiman/jaksa militer utama.

Anggota Gerakan 30 September memaksa dan menjemputnya dengan mengatakan bahwa Sutoyo dipanggil Presiden Soekarno.

Mereka kemudian membawanya ke markas mereka di Lubang Buaya. Di sana, dia dibunuh dan tubuhnya dilemparkan ke dalam sumur.

Piere Tandean
Kapten Pierre Tendean (wikipedia)

7. Kapten Pierre Tendean

Kapten Pierre Tendean mengawali karir militer sebagai intelejen. Saat G30S/PKI terjadi, ia menjadi ajudan Jenderal Abdul Haris Nasution.

Kala itu, anggota Gerakan 30 September mengira Pierre adalah AH Nasution. Oleh karena itu, ia dibawa ke Lubang Buaya.

Di sana, ia disiksa dan dibunuh. Jasadnya dimasukkan ke sumur tua bersama enam orang lainnya. (*)

Editor: nandrson
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help