Kisah di Balik Daun Kawa. Kopi Seduhan Daun Khas Sumatera Barat
Kopi kawa daun menarik minat pecinta kopi karena selain cita rasa yang berbeda dari kopi hitam biasa, bahan baku dan tampilannya juga menarik
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, PADANG - Warung kopi kawa daun belakangan ini marak muncul di wilayah Sumatera Barat.
Jika menelusuri Kota Padang, warung ini pasti mudah ditemui di setiap sudut kota.
Apalagi jika menelusuri perjalanan dari Batusangkar menuju Kota Bukittinggi yang berhawa sejuk.
Lebih banyak lagi warung serupa yang ditemui.
Sementara itu, jika menelusuri perjalanan dari Kota Bukittinggi menuju Kota Payakumbuh, warung yang sama juga mudah ditemui.
Bedanya, warung-warung ini menampilkan olahan kopi kawa daun dalam bentuk modern, baik itu yang sudah dicampur dengan susu atau dipadu dengan teh talua, minuman khas Sumatera Barat.
Kopi kawa daun menarik minat pecinta kopi karena selain cita rasa yang berbeda dari kopi hitam biasa, bahan baku dan tampilannya juga menarik.
Kopi kawa daun ini berasal dari kopi yang langsung diseduh dari daun kopi seperti teh, tidak menggunakan biji kopi seperti kopi hitam lazimnya. Warnanya pun lebih mengarah ke bentuk teh.
Untuk meminumnya tidak menggunakan gelas, tetapi menggunakan batok kelapa agar aroma lebih harum dan cita rasa kopi tetap terjaga.
Cerita turun-temurun
Tak hanya itu, sejarah awal mula minuman kopi kawa daun ini muncul di tengah masyarakat Sumatera Barat juga menarik minat pecinta kopi, bahkan bukan pecinta kopi.
Menurut cerita yang berkembang, kopi kawa daun telah dikenal orang Minangkabau sejak ratusan tahun lalu dan hanya untuk masyarakat kalangan bawah, rakyat jelata.
Karena biji kopi harus dijual kepada Belanda, masyarakat yang ingin menikmati kopi hanya bisa menyeduh daunnya saja.
Marwan Kari Mangkuto (49), seorang penikmat kopi yang ditemui di warung kopi bernama Palanta Kawa Tarusan Kamang, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat ini, Selasa (19/9/2017), mengaku kerap merasakan sepatnya minuman kopi kawa daun meskipun tidak lahir saat penjajahan Belanda.
Kehidupan yang sulit memaksanya kerap menyeduh daun kopi ini pada masa mudanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kopi-kawa-dari-payukumbuh-sumatera-barat_20171002_150840.jpg)