BATAM TERKINI

Uang Terdeteksi X-Ray Tapi Masih Masuk Kabin, Begini Komentar YLBH Batam

Pihak maskapai dan bandara seharusnya mengimbau agar barang berharga dan uang tunai tidak ditaruh dalam tas di bagasi pesawat.

Uang Terdeteksi X-Ray Tapi Masih Masuk Kabin, Begini Komentar YLBH Batam
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Noveria Nazara penumpang Lion Air dari Bandara Binaka Gunungsitoli Nias menuju Bandara Hang Nadim Batam terlihat lemas setelah kehilangan uang tunai Rp 28 juta yang disimpan di bagasi, Senin (2/10/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Ketua Bidang Perlindungan Konsumen Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Batam Satu Demi Keadilan, Andre Carmen Lilikwatil angkat suara soal hilangnya uang tunai sebesar Rp 28 juta miliki Noveria Nazara, seorang penumpang Lion Air rute Nias-Batam.

Hal itu terutama terkait permintaan pihak maskapai yang melarang Noveria membawa tas ke dalam kabin dan menyuruh memasukkan ke dalam bagasi pesawat. Padahal di dalamnya berisi uang tunai Rp 28 juta.

"Saya mau gendong tas ini tadi pagi waktu naik pesawat. Tapi disuruh masukkan ke dalam bagasi sama orang pesawat," ungkap Noveria dalam bahasa daerahnya sambil terus menangis.

Menurut Andre,  pihak maskapai dan bandara seharusnya mengimbau agar barang berharga seperti emas atau logam mulia lainnya, uang tunai untuk tidak ditaruh dalam tas di bagasi pesawat.

"Kekeliruan yang dimaksud seharusnya pihak petugas x-ray dan Wings Air saat di Binaka memberi tahu kepada penumpang kalau uang tidak boleh ada di dalam tas untuk dimasukkan ke bagasi," ungkapnya.

Sebab, menurut dia yang jadi masalah adalah uang itu sudah terdeteksi melalui mesin x-ray tapi kenapa tidak diberitahu kepada penumpang untuk tidak dimasukkan ke bagasi.

Baca: ANEH! Sebelum Hilang, Uang Milik Penumpang Lion Air Sempat Terdeteksi X-Ray di Bandara Binaka Nias

Baca: Tak Boleh Dibawa ke Kabin, Uang Rp 28 Juta Milik Penumpang Lion Air Lesap dari Bagasi

Baca: Delay Pesawat ke Sejumlah Rute, Lion Air Bayar Kerugian Penumpang Rp 1,7 Miliar

"Apa motifnya. Kalau mau bicara imbauan, kan tidak semua warga Indonesia itu pintar dalam hal menggunakan jasa udara. Ya dikasih tau. Tapi, ada niat baiknya gak?," katanya.

Pemberitahuan mengenai hal ini menurut Andre adalah hak penumpang sebagai konsumen pengguna jasa maskapai. Dan itu terdapat pada pasal 3 huruf (d) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Berbunyi: "menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi"

"Jadi nggak ada alasan bagi pihak bandara untuk tidak membunyikan informasi itu. Harus dibunyikan, harus dikasih tau sama konsumen. Kan jelas Undang-undangnya itu," ujarnya.

Selain itu, pada pasal 4 huruf h UU ini berbunyi: "Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian, apabila barang dan atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya".

"Di sini kita bukan ranah siapa yang salah dan benar. Artinya cari solusi. Jelas pada pasal 4 huruf h. Karena itu adalah hak konsumen. Senantiasa pihak Lion Air mengerti. Lain sisi kasihan. Uang itu adalah buat nikah," katanya. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak, Rabu 4 Oktober 2017

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved