TribunBatam/

Kasus STIKOM IGA Tanjungpinang, Kejari Janji Berkas Segera ke Meja Hijau!

Kasus STIKOM IGA Tanjungpinang, Kejari Janji Berkas Segera ke Meja Hijau!

Kasus STIKOM IGA Tanjungpinang, Kejari Janji Berkas Segera ke Meja Hijau!
tribunbatam/aminnudin
Suasana kantor Kejasaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Tersangka kasus korupsi Stikom IGA Mega Rahmadi dinyatakan telah tahap dua. Tersangka dan berkas penyidikan P21 telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang pada Senin (4/10). Beberapa barang bukti diduga hasil korupsi pengadaan barang juga ikut di sita sebagai barang bukti.

Baca: Heboh Rahasia Tusuk Konde Bu Tien Soeharto! Benarkah Pilot TNI AU Kena Tampar Paspampres Gegara Ini?

Baca: Terungkap! Denis Kancil, Inilah 5 Fakta Haru Sebelum dan Sesudah Tewas, Postingan Akhir Bikin Pilu!

Baca: Merinding! Teman Denis Kancil Unggah Kondisi TKP Kecelakaan, Netizen Malah Bahas Hal Mistis Ini!

Baca: Bikin Merinding! Inilah Unggahan Foto Terakhir Denis Kancil Sebelum Ajal Menjemput!

Kepala Seksi Pidana khusus (Kasipidsus) Kejari Tanjungpinang Beny Siswanto menuturkan bahwa perkara tersebut masih dilakukan pelengkapan dakwaan. Setelah selesai pihaknya baru melimpahkan berkas ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang untuk dilakukan persidangan.

"Sudah dilimpahkan kemarin dan tersangka juga langsung dilakukan penahanan di Rutan. Dalam waktu dekat akan kita lakukan pelimpahan ke Pengadilan untuk disidangkan," kata Beny ditemui di Kejari Tanjungpinang, Rabu (4/10/2017).

Diperkirakan dakwaan akan siap dibuat dalam minggu ini untuk kemudian dilakukan pelimpahan ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang. Namun dari beberapa berkas dan barang bukti, mesin cetak baliho juga ikut disita.

"Ada juga mesin cetak baliho bernilai ratusan juga ikut kita sita. Mesin cetak merupakan aset yang dibeli oleh Stikom. Kita sita karena Stikom tidak memiliki aset berharga lainya untuk mengganti kerugian negara," ujar Beny lagi.

Menurutnya mesin cetak baliho ini disita untuk mengganti kerugian negara yang ditimbulkan dari kegiatan Stikom, jika putusan pengadilan Meca terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Karena diketahui, tidak ada aset berharga lainya yang dapat menutupi kerugian negara.

Seperti gedung berlantai tiga tempat perkuliahan Stikom Iga yang berlokasi tak jauh dari Polres Tanjungpinang KM 5 itu pun sertifikatnya diduga telah digadaikan.

Adapun unsur melawan hukum tindak pidana korupsi yakni diduga Meca Selaku ketua Stikom Iga tidak menggunakan dana yang telah dikucurkan APBN senilai 5 miliar sesuai keperuntukanya dan sebagian pengadaan barang itu pun fiktif.

"Pengadaan barang seperti yang diajukan dalam proposal sebagian fiktif dan laporan pertanggungjawabanya juga tidak ada," kata Beny lagi.

Salah satu item pengadaan barang Stikom Iga diantaranya adalah sejumlah fasilitas lab komputer. Dari hasil audit BPK, ada kerugian negara sebanyak 750 juta. Salah satu mesin pencetak baliho yang diduga digunakan sebagai bisnis tersangka dibeli dari dana pengadaan barang tersebut. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help