Musim Banjir Telah Tiba? Kijang Langganan Banjir. Halo Pak Bupati Bagaimana Ini?

Musim Banjir Telah Tiba? Kijang Langganan Banjir. Halo Pak Bupati Bagaimana Ini?

Musim Banjir Telah Tiba? Kijang Langganan Banjir. Halo Pak Bupati Bagaimana Ini?
tribunbatam/aminnudin
Kondisi jalanan di Kijang tergenang banjir 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Kawasan kota tua pasar berdikari Kijang, Bintan Timur kembali dilanda banjir, Rabu (4/10/2017) siang. Hujan lebat memang mengguyur hampir sebagian wilayah Bintan sejak pukul 11.00 WIB. Berdasarkan pantauan, hujan perlahan reda pada pukul 14.30 WIB.

Baca: Heboh! Pengakuan Eks Cakrabirawa Saat Harus Jemput Jenderal AH Yani, Ini Videonya!

Baca: Terungkap! Denis Kancil, Inilah 5 Fakta Haru Sebelum dan Sesudah Tewas, Postingan Akhir Bikin Pilu!

Baca: Terungkap! Sakit Ginjal Parah, Ini Alasan Bung Karno Tolak Bantuan Warga Jatim dan KKO Pasca G30S!

Baca: Bang Napi Dikabarkan Meninggal! Terungkap Inilah Fakta Mengejutkan di Balik Topeng Uniknya!

Baca: Merinding! Teman Denis Kancil Unggah Kondisi TKP Kecelakaan, Netizen Malah Bahas Hal Mistis Ini!

Banjirnya kawasan pasar berdikari banyak direspon warga. Kawasan belum lama mendapat proyek revitalisasi drainase yang diklaim bebas banjir. Namun kenyataannya pada Rabu siang, hujan masih membuat kawasan kebanjiran.

"Masih banjir, aku lewat mau pergi kerja di situ, karena kukira sudah aman tak akan lagi banjir, eh ternyata pas lewat masih banjir pula,"kata Agat, karyawan swasta di Kijang.

Tapi kabar baiknya, banjir yang melanda Rabu siang itu tidak bertahan hingga sejam sebagai banjir dulu dulunya. Drainase yang baru selesai dikerjakan sejauh ini tampaknya terbukti mampu mempercepat susutnya volume di jalan kawasan padat pertokoan tersebut.

Asmin, pekerja kontruksi asal Kijang berpendapat, saluran drainase yang baru selesai sudah lebih dalam saat ini sehingga bisa mempercepat penyusutan air. "Kalau proyek drainase yang dulu dangkal sehingga nyaris tak berkontribusi apa apa terhadap banjir,"kata dia.

Meski drainase sudah diperdalam, dia memperkirakan kawasan akan tetap kebanjiran kalau hujan lebat jika durasi hujan lebat lebih 3 jam. Pasalnya, kawasan kota tua merupakan dataran rendah dan dikelilingi kawasan permukiman dataran tinggi. "Air yang turun dari rumah di dataran tinggi pasti ngumpulnya di situ,"kata dia.

Proyek revitalisasi drainase kawasan kota tua Berdikari yang dalam tahap rampung menelan anggaran Rp 700 juta. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bintan menggarapnya dengan pembiayaan sepenuhnya bersumber dari kas daerah melalui APBD Bintan. Kadis PUPR Bintan sebelumnya memastikan, kawasan akan bebas banjir. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved