BATAM TERKINI

Jika Lepas Tangan, Keluarga Noveria Bakal Laporkan Lion Air ke Bareskrim Polri

Kasus hilangnya uang sebesar Rp 28 juta milik Noveria Nazara, seorang penumpang Lion Air dari Nias ke Batam berbuntut panjang.

Jika Lepas Tangan, Keluarga Noveria Bakal Laporkan Lion Air ke Bareskrim Polri
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Noveria Nazara dan Efendi Nazara terlihat lemas setelah kehilangan uang tunai Rp 28 juta saat disimpan di bagasi pesawat Lion Air, Senin (2/10/2017). Uang tersebut sedianya akan dijadikan mahar dan biaya pesta pernikahan Efendi. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kasus hilangnya uang sebesar Rp 28 juta milik Noveria Nazara, seorang penumpang Lion Air dari Nias ke Batam berbuntut panjang.

Jika pihak Lion Air tak mau bertanggungjawab terkait insiden tersebut, keluarga Noveria berencana melaporkan pihak Lion Air ke Bareskrim Polri.

"Kehilangan tas di pesawat pasti diganti. Apa lagi ini uang tunai. Kalau di Polsek Bandara tak bisa bekerja maksimal, kami akan melaporkan Lion Air ke Polda atau ke Bareskrim Polri. Tapi tunggu selesai pesta pernikahan ini dulu. Biar usai satu-satu," kata Teguh, Keluarga Noveria di Batam, Kamis (5/10/2017) sore.

Baca: Tak Boleh Dibawa ke Kabin, Uang Rp 28 Juta Milik Penumpang Lion Air Lesap dari Bagasi

Baca: ANEH! Sebelum Hilang, Uang Milik Penumpang Lion Air Sempat Terdeteksi X-Ray di Bandara Binaka Nias

Baca: Lion Air : Diduga Ada Oknum Arahkan Noveria Taruh Uang di Bagasi

Rencana pelaporan tersebut mengingat uang tersebut sempat terdeteksi mesin X-Ray saat di Bandara Binaka Gunungsitoli. Yakni saat menuju bandara Kualanamu, Medan untuk transit sebelum pergi ke Batam.  

"Harusnya itu semua tanggung jawab maskapai. Jadi maskapai Lion Air jangan seenak bilang itu di luar tanggung jawab. Dengan kakak kami memegang tiket itu dan masuk ke bandara, berarti itu urusan maskapai. Siapa yang salah pihak bandara atau maskapai cari. Lion Air cari itu," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Bandara Hang Nadim Iptu Betty Novia saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut mengaku masih menunggu laporan CCTV bandara Binaka dan Kualanamu.

Betty mengaku terkait pengusutan kasus ini kewenangan pihaknya sangat terbatas untuk mengungkap siapa pelaku. "Sebab ada tiga bandara yang dilalui, Nias, Kualanamu dan Batam," katanya.

Namun demikian, ia akan tetap koordinasi dengan pihak Lion Air atas masalah ini. Perkembangan selanjutnya, akan disampaikan kepada keluarga. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak, Jumat 6 Oktober 2017

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help