Heboh Temuan Permen Misterius! Dinkes Karimun Stop Penjualan, Permen Tak Terdaftar BPOM!

Heboh Temuan Permen Misterius! Dinkes Karimun Stop Penjualan, Permen Tak Terdaftar BPOM!

Heboh Temuan Permen Misterius! Dinkes Karimun Stop Penjualan, Permen Tak Terdaftar BPOM!
tribunbatam/rachta yahya
Ini lah keempat merek permen yang tidak terdaftar di BPOM. Keempatnya ditemukan beredar di Karimun 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Empat dari tujuh merek permen hasil sidak tim gabungan Dinkes, Satres Narkoba, BNN, TNI dan Satpol PP Karimun pada 22 September lalu dipastikan ilegal. Keempatnya diketahui tidak terdaftar di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Baca: Lagi Heboh! Bukan Girls Squad, Ini Lho Geng Ala-ala Luna Maya. Ini Para Anggotanya!

Baca: Kasus Rumah Suku Duane Karimun, Hakim Vonis Terdakwa Irwan Penjara 18 Bulan!

Baca: BREAKINGNEWS: Pelabuhan Punggur Mendadak Heboh! Seorang Warga Terjebak 10 Menit di Lift Macet!

Baca: Terungkap! Inilah Prajurit Cakra Penyelamat Polisi Sukitman di Lubang Buaya. Kisahnya Menegangkan!

Baca: Inilah 4 Artis Bersuami Tentara, Nomor 4 Menolak Tawaran Jadi Kepala Daerah!

Baca: Mengharukan! Meski Pernah Kena Tempeleng, Inilah Perwira Polisi yang Paling Disayang Bung Karno!

"Kalau tidak terdaftar berarti sudah bisa dipastikan ilegal dan kandungannya diragukan," ujar Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Karimun, dr Suharyanto kepada Tribun Batam, Senin (9/10/2017).

Keempat permen tersebut yakni merek Kumquat Grain, Jinjubang, Buah Margarita Masin dan Wow Twister. Keempatnya produksi Cina. Suharyanto mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi keempat merek permen tersebut dikarenakan belum teruji secara klinis.

Menanggapi pernyataan BPOM Kepri terkait keempat merek permen itu, Suharyanto mengaku pihaknya segera melayangkan surat kepada distributor dan pedagang di Karimun untuk menghentikan penjualan dan menarik peredaran keempat merek permen tersebut dari pasaran.

"Dalam satu atau dua hari ini, suratnya akan kami layangkan. Kami minta penjualan keempat merek permen itu distop dan menarik peredarannya dari pasaran sampai distributor dapat membuktikan keempat merek permen mereka itu terdaftar di BPOM," kata Suharyanto.

Tidak hanya sampai di situ, Suharyanto juga mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Karimun untuk menelusuri sejauh mana pendistribusian keempat permen tersebut di tengah masyarakat.

Permen tersebut diketahui beredar di Karimun setelah tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Karimun, Satres Narkoba Polres Karimun, BNN, TNI AD, TNI AL dan Satpol PP Pemkab Karimun menggelar razia serentak Jumat (22/9/2017) lalu.

Permen itu ditemukan di salah satu minimarket di Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun. Menurut pengakuan pemilik minimarket, permen tersebut masuk sekitar 1-2 bulan sebelumnya. Permen tersebut dijual dengan harga relatif terjangkau sekitar Rp 6-15 ribu per botol dengan sasaran konsumen berusia 10 tahun ke bawah.

Untuk memastikan status permen tersebut, Dinkes Karimun, kemudian meminta bantuan BPOM Kepri di Batam melakukan peninjauan terhadap sampel permen tersebut dengan hasil tidak terdaftar di BPOM. (*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help