TribunBatam/

Jawaban ke Pak Bupati? Ekonomi Melambat, Gubernur Kepri Minta Bupati-Walikota Kreatif!

Jawaban ke Pak Bupati? Ekonomi Melambat, Gubernur Kepri Minta Bupati-Walikota Kreatif!

Jawaban ke Pak Bupati? Ekonomi Melambat, Gubernur Kepri Minta Bupati-Walikota Kreatif!
screengrab
Ilustrasi. Gubernur Nurdin Membaca Sajak di Hari Puisi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengakui perekonomian Provinsi Kepri tengah mengalami perlambatan. Untuk itu, ia minta Bupati dan Walikota kreatif dan inovatif bagaimana mendorong pertumbuhan dan investasi.

Baca: Ultah ke-18 Pemkab Karimun, Bupati Rafiq Blak-blakan Minta Kado Ini ke Gubernur Kepri!

Baca: Mengejutkan! Inilah 5 Nama Asli Artis Indonesia, Nomor 5 Sempat Bikin Kontroversi!

Baca: Heboh! Kabarnya Nikah Siri dengan Tukul Arwana, Mengejutkan Kabar Meggie Diaz-Tukul Sekarang!

Baca: Ikut Berbelasungkawa! Kabar Duka Datang dari Sule. IG-nya Banjir Ucapan Duka, Ini Detailnya!

Baca: Terungkap! Inilah Prajurit Cakra Penyelamat Polisi Sukitman di Lubang Buaya. Kisahnya Menegangkan!

Baca: Inilah 4 Artis Bersuami Tentara, Nomor 4 Menolak Tawaran Jadi Kepala Daerah!

Nurdin minta regulasi yang dibuat daerah tidak menghambat investasi. Pasalnya ribuan regulasi dibatalkan Kementerian Dalam Negeri karena dianggap menghambat investasi.

"Saya terkesan dengan Lingga, yang sekarang punya program di bidang pertaniannya. Saya harapkan kepala daerah di Kepri lainnya supaya meniru,

dalam artian inovasi dan kreativitas," kata Nurdin dalam sambutannya saat acara syukuran HUT Karimun ke-18 di rumah dinas Bupati Karimun, Kamis (12/10/2017).

Nurdin juga memuji kinerja Pemerintah Kabupaten Karimun seperti yang disampaikan Bupati Karimun Aunur Rafiq saat kata sambutannya.

Seperti penandatangan MoU bersama PT Saipem Indonesia Karimun Branch perihal rekrutmen tenaga kerja khusus (BKK) SMK Negeri 1 Karimun.

"Itu program bagus, masyarakat musti dukung. Ini bagus bagi pengembangan generasi muda Karimun ke depannya," ujarnya.

Nurdin juga mengingatkan kepala daerah di Kepri tidak ada yang tersandung masalah hukum. Ia mengaku miris banyak kepala daerah dan anggota legislatif terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sekarang banyak kepala daerah yang "disekolahkan", nauzubillah min zalik," ujar Nurdin miris.(*)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help