TribunBatam/

BATAM TERKINI

Sudah Berkekuatan Hukum Tetap, Ini Daftar Aset CV Prima Asia yang Bakal Disita PN Batam

Pengadilan Negeri (PN) Batam segera menyita seluruh aset CV Prima Asia yang tersebar di Kota Batam. Apa saja asetnya?

Sudah Berkekuatan Hukum Tetap, Ini Daftar Aset CV Prima Asia yang Bakal Disita PN Batam
ISTIMEWA
Juru sita PN Batam saat melakukan penyitaan aset CV Prima‎ 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pengadilan Negeri (PN) Batam segera menyita seluruh aset CV Prima Asia yang tersebar di Kota Batam. Aset-aset yang akan disita tersebut berupa sejumlah rumah toko (ruko), hotel dan rumah tinggal.

Juru sita, Tomson mengatakan ‎sita tersebut dilakukan sehubungan putusan Makamah Agung (MA) nomor 3007 yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Hal itu setelah tim auditor independen melakukan audit terhadap seluruh aset CV Prima Asia yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

"Pihak CV Prima Asia memiliki waktu 70 hari untuk menanggapi surat penyitaan itu. Jika lewat 70 hari tidak ada tanggapan maka aset-aset tersebut dilelang dan hasilnya dibagi berdasarkan putusan MA," ujarnya.

Tenggat waktu penyitaan ini selama 70 hari. Jika tak ada pembicaraan antara pihak penggugat, Taw Kining (Komisaris) dengan tergugat, Hoi Fat (Direktur), CV Prima Asia, maka semua aset akan dilelang oleh pengadilan.

Lalu hasilnya akan dibagikan sesuai amar putusan MA yakni 40 persen untuk penggugat dan 60 persen untuk pihak tergugat.

Sebelumnya PN Batam memanggil dua petinggi CV Prima yang berseteru yakni Direktur CV Prima Patrick Pangestu alias Hoi Fat dan dan Komisaris Taw Kining (adik ipar).

Panggilan ini untuk mengklarifikasikan, perseteruan mereka yang sudah berlangsung sejak lama. Bahkan Taw Kining beberapa kali tersandung masalah akibat laporan yang dibuat oleh Patrick Pangestu bersama istrinya.

Baca: Lowongan Kerja di Batam - Cek 4 Lowongan Kerja Berikut Ini. Andakah Orang yang Dicari?

Baca: Akhir Pekan Kerap Jadi Arena Balap Liar, Waspadalah Jika Lewati Ruas Jalan Ini

Baca: Bersenjata Lengkap, 200 Prajurit TNI Yonif-10 Mar/SBY Batam Ini Susuri Jalan Sejauh 15 Km. Ada Apa?

Alhasil setelah perseteruan tersebut, Taw Kuning dikalahkan di PN Batam, namun setelah ajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru Taw Kining dimenangkan. Tidak terima kalah kemudian Patrick ajukan kasasi yang kemudian permohonan kasasinya ditolak oleh Mahkamah Agung.

Atas hasil tersebut, maka Taw Kining berhak atas 40 persen dari penghasilan CV Prima. Dimana saat ini diketahui bahwa Taw Kining, adalah pemilik dari Hotel Prima Asia, IndoThai massage, ruko dan rumah 2 lantai di bilangan Penuin.

Dan atas putusan tersebutlah, PN Batam memanggil Patrick Pangestu untuk memberikan peringatan kepada Patrick Pangestu untuk menjalankan hasil putusan secara sukarela. Sehingga jika diberlakukan putusan, maka Taw Kining berhak 40 persen atas semua aset dan keuntungan dari CV Prima.

Sebelumnya, tim PN Batam sudah melakukan penyitaan, Rabu (11/10) kemarin. Penyitaan pertama dilakukan terhadap dua unit ruko tiga lantai di kawasan Centre Poin, kemudian Hotel Prima Asia di kawasan Nagoya 2000.

Lalu tiga unit ruko di kawasan Penuin yang selama ini digunakan untuk massage Indo Thai, rumah dua unit di kawasan Penuin Blok J No 10-11, dua unit ruko di kawasan Nagoya Newtown no 6-7 yang selama ini digunakan untuk percetakan CV Prima. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help