TribunBatam/

SEMENANJUNG KOREA MEMANAS

Tak Peduli Ancaman Tembak Korut. Pesawat Tempur AS Tetap Terbang di Semenanjung Korea

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, Rabu (11/10/2017), melaporkan, enam pesawat militer AS termasuk dua pesawat pengebom supersonik B-1B

Tak Peduli Ancaman Tembak Korut. Pesawat Tempur AS Tetap Terbang di Semenanjung Korea
AFP
Pesawat US B-52 Stratofortress (kanan bawah) terbang bersama jet tempur Korea Selatan F-15K (atas) dan pesawat tempur AS F-16 (kiri bawah) dalam sebuah latihan bersama. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SEOUL - Enam jet tempur militer Amerika Serikat, termasuk dua pesawat pengebom, terbang di udara Semenanjung Korea sebagai unjuk kekuatan pada Selasa (10/10/2017) malam.

Latihan terbang itu boleh dikatakan sebuah provokasi terbaru kepada Korea Utara sekalipun sebelumnya pemimping tertinggi negara itu, Kim Jong Un, mengancam akan menembaknya.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, Rabu (11/10/2017), melaporkan, enam pesawat militer AS termasuk dua pesawat pengebom supersonik B-1B.

Baca: TERUNGKAP! Hacker Korea Utara Bobol Rencana Perang Amerika Serikat

Baca: Sejarah Mencatat! Perang Korea Hitungan Jam, Tentara Korut Kocar-kacirkan Tentara Amerika-Korsel!

Baca: Perang Amerika Serikat vs Korea Utara Segera Pecah? Begini Analisa Pakar Pertahanan RUSI

Dua pesawat pengebom itu terbang dari Guam untuk tampil dalam sebuah latihan simulasi tembakan misil dari udara ke darat dengan dua jte tempur F-15K, kata Kementerian Pertahanan AS.

Simulasi perang tersebut merupakan sebuah provokasi terbaru di tengah ketegangan yang terus meningkat antara AS dan Korut.

Pada saat berbicara di New York bulan lalu, Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong Ho mengatakan, Presiden  AS, Donald Trump telah mengumumkan pernyataan perang terhadap Korut.

Ri mengatakan, militer Korut sekarang berhak untuk menembak jatuh pesawat-pesawat pengebom AS meski pesawat tersebut berada di luar wilayah udara Korut.

Ri mengatakan masyarakat internasioal harus memahami bahwa Washington yang pertama kali menyatakan perang.

"Seluruh dunia harus tahu bahwa Amerika-lah yang pertama-tama memberlakukan perang kepada negara kami," kata Ri, akhir September.

Sementara itu, pada Mei lalu, para peretas yang diduga berasal dari Korut mencuri sejumlah besar dokumen militer Korsel, termasuk rencana membunuh pemimpin Korut, Kim Jong Un.

Belum ada tanggapan dari Pyongyang terkait dengan simulasi tempur yang melibatkan enam pesawat militer AS, Selasa (10/10/2017) malam itu.(*)

Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help