TribunBatam/

Mellennial

Generasi Cinta Mangrove. Kamukah Itu?

Setidaknya ada lima manfaat utama mangrove bagi ekosistem. Hal itulah yang membuat kita wajib mencintai tanaman ini.

Generasi Cinta Mangrove. Kamukah Itu?
TRIBUNBATAM/ANDRIANI

PARA Mellennials yang suka pantai dan pecinta fotografi, tentu saja ingin pemandangan alam yang menakjubkan.

Sunset dan sunrise yang indah, pasir yang putir, deretan pohon kelapa yang menjulang tinggi, serta hutan bakau yang masih asri.

Jika menginginkan suasana alam yang indah dan lestari seperti itu, tentu saja kewajiban kamu dan kita semua untuk menjaga lingkungan pantai, terutama hutan bakaunya atau mangrove. Hutan bakau begitu banyak manfaatnya bagi ekosistem laut.

Setidaknya ada lima manfaat utama mangrove bagi ekosistem yakni mencegah intrusi air laut, mencegah erosi dan abrasi pantai, penyaring alami terhadap sampah dan limbah organik agar tidak sampai ke pantai termasuk, tempat hidup dan sumber makanan beragam satwa laut, dan berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir.

Selain itu, bakau juga menjadi tempat bertelurnya ikan-ikan dan habitan ikan-ikan kecil. Ketika ikan dewasa, barulah mereka hidup ke perairan yang lebih dalam. Bakau mampu mengurai zat kimiawi yang mencemari laut seperti minyak, diterjen, dan lainnya.

Begitu pentingnya keberadaan bakau, pemuda-pemuda Hypermart Batam Centre yang bekerja sama dengan Penjelajah Alam Kepri (Pari) melakukan kegiatan penanaman pohon bakau dan bersih-bersih pantai.

Kegiatan yang berlangsung di Kampung Terih, Nongsa, Batam, ini juga melibatkan pemuda tempatan.

"Jelang hari sumpah pemuda, kami mengajak generasi muda untuk peduli terhadap alam. Terutama menjaga hutan bakau. Hutan bakau yang nantinya bukan hanya bisa dinikmati untuk foto-foto saja tetapi juga mengedukasi agar bakau sama-sama kita jaga,"kata Lehar Penggalih, Ketua Harian Pari Batam, Kamis (12/10) di sela-sela kegiatan di Kampung Terih.

Di lihat dari habitatnya, bakau biasanya tumbuh subur di pinggir pantai dengan kondisi alam yang berlumpur. Sekilas, pohon bakau ini tampak sama namun ternyata ada puluhan varian yang berbeda-beda. Di kampung Terih sendiri, terdapat 20 jenis pohon bakau.

"Bisa dilihat dari banyak hal (jenis bakau), mulai dari buahnya, akarnya hingga daunnya. Ada yang akar napas, akar lutut, hingga akar tunjang. Nanti setiap pagi ada yang di bagian bakau itu namanya api-api yang mengeluarkan kelebihan garam di bawah daunnya," ungkap Lejar.

Halaman
12
Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help