TribunBatam/

Tekan Harga Ikan di Pasaran, Pemko Tanjungpinang Jajaki Kerjasama Dengan Pemkab Anambas-Natuna!

Tekan Harga Ikan di Pasaran, Pemko Tanjungpinang Jajaki Kerjasama Dengan Pemkab Anambas-Natuna!

Tekan Harga Ikan di Pasaran, Pemko Tanjungpinang Jajaki Kerjasama Dengan Pemkab Anambas-Natuna!
tribunnews batam/thomm
Ilustrasi. Pasar Ikan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (3/4/2015) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Pemerintah Kota Tanjungpinang menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Anambas dan Natuna. Kerjasama yang dijalin di bidang perikanan.

Baca: BREAKINGNEWS: Heboh Maling Sakti di Tanjungpinang! Ngilang Saat Dikerumuni dan Dihajar Warga!

Baca: Mengejutkan! Beginilah Mewahnya Rumah Calon Mantu Jokowi, Suami Kahiyang Ayu di Medan!

Baca: Heboh Maling Sakti di Tanjungpinang! Beginilah Detik-detik Penjebakan Maling, Ngilang saat Digebuki!

Baca: Mengejutkan! Inilah 5 Nama Asli Artis Indonesia, Nomor 5 Sempat Bikin Kontroversi!

Baca: Terungkap! Inilah Prajurit Cakra Penyelamat Polisi Sukitman di Lubang Buaya. Kisahnya Menegangkan!

Sebagai daerah penghasil, Pemko Tanjungpinang menginginkan kedua daerah tersebut menjadi pemasok ikan segar ke Kota Tanjungpinang.

Utamanya saat musin utara. Karena pada musim tersebut stok ikan di Kota Tanjungpinang bisanya berkurang. Sehingga harga jual menjadi naik.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Riono menjelaskan sebelumnya, Pemko Tanjungpinang telah menjalin kerjasama dengan Kabupaten Bintan dalam hal pemenuhan kebutusan sayur-mayur.

"Kali ini kita bahas penjajakan kerjasama dengan Kabupaten Anambas dan Natuna dalam pemenuhan stok ikan segar," kata Riono usai melaksanakan rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang di Kantor Walikota, Jumat (13/10/2017).

Kata Riono, hal tersebut dilakukan, sebagai upaya dalam mengendalikan inflasi Oktober atau biasa terjadi musim utara. Kerjasama dengan daerah penghasil dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan,

terutama dalam pemenuhan stok ikan segar sementara dalam tata niaga. Sedangkan BUMD aktif mengendalikan komoditi kebutuhan bahan pokok di pasaran.

"Kita harap ketersediaan pangan cukup selama musim utara ini. Kita akan menyurati distributor terkait penyimpanan stok bahan makanan dan kebutuhan yang akan meningkat. Begitu pula dengan peningkatan komsumsi," katanya.

Menurutnya selama Oktober ini ada beberapa komoditas pangan yang mengalami penurunan harga. Di antaranya beras. Selain itu, bawang merah, bawang putih, cabe rawit,

kacang panjang, cabe hijau, ikan tongkol dan minyak goreng juga mengalami penurunan harga. "Intinya kita ingin Kota Tanjungpinang tidak terjadi inflasi," katanya. (*)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help