Liga Indonesia

Hingga Ajal Menjemput, Choirul Huda Miliki Keinginan yang Belum Tercapai. Apa Itu?

Tak banyak yang tahu jika selain menjadi kiper Persela Lamongan, Choirul Huda juga bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Lamongan.

Hingga Ajal Menjemput, Choirul Huda Miliki Keinginan yang Belum Tercapai. Apa Itu?
Surya.co.id
Tim medis saat akan mengangkat kiper Persela, Choirul Huda yang tak sadarkan diri seusai bertabrakan dengan rekannya, Ramon Rodrigues, dan penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento pada laga pekan ke-29 Liga 1 musim 2017 di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (15/10/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak banyak yang tahu jika selain menjadi kiper Persela Lamongan, Choirul Huda juga bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Lamongan.

Memulai karier di Dinas Parpora Pemkab Lamongan pada 2002, Huda masuk PNS dengan bermodalkan ijazah SMA.

Setelah kepergiannya, Minggu (15/10/2017), Bupati Lamongan Fadeli membeberkan alasan mengapa pihaknya mengangkat kiper yang hingga akhir hayatnya setia membela Persela itu, sebagai PNS di Lamongan.

Hal ini tak lain karena kesetiaan kiper asal Lamongan itu, pada Lamongan. Sehingga, membuat bupati yang saat itu menjabat, tak ragu mengangkat Huda sebagai pegawai.

Baca: WOW, The Sun Sejajarkan Choirul Huda dengan Iniesta Untuk Kategori Ini

Baca: Jadi Trending di Google, Kematian Choirul Huda Ramai Diberitakan Media Asing

Baca: Kiper Persela Meninggal Dunia - Begini Perjuangan Dokter Bantu Choirul Huda Sebelum Meninggal

Baca: Kiper Choirul Huda Meninggal Dunia - Ini Permintaan Terakhirnya Sebelum Laga vs Semen Padang

"Karena kesetiaannya, ketulusannya, dan totalitasnya pada Lamongan. Inilah yang membuat kami sepakat menjadikan beliau sebagai pegawai di Lamongan kala itu. Dedikasinya saat itu, hingga kini tidak dapat kami lupakan," ujar Fadeli saat mengenang sosok Huda pada SURYA.co.id, Senin (16/10/2017).

Seperti pegawai lainnya, sebelum merasakan nikmatnya menjadi pegawai negeri, Huda juga merasakan bekerja dengan status honorer, dan saat ini dia masuk pada golongan IIC.

Beberapa tahun lalu, Huda sempat menuturkan keinginannya untuk mengenyam bangku kuliah, agar dirinya memiliki gelar sarjana, untuk meningkatkan golongan pegawai negerinya. Namun hal itu tak dapat tercapai, karena ajal yang terlebih dahulu menjemputnya. (*)

*Berita ini juga tayang di Wartakota dengan judul : Ini Cita-cita Choirul Huda yang Tak Kesampaian

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help