TribunBatam/

Enam Oknum Polisi yang Gelapkan Sabu Hasil Tangkapan Takut Ditahan di Rutan. Ini Sebabnya

Kapolres Bintan yang meminta untuk ditahan di Polres Tanjungpinang. Berdasarkan alasan pertimbangan keamanan, mereka ditahan di Polres

Enam Oknum Polisi yang Gelapkan Sabu Hasil Tangkapan Takut Ditahan di Rutan. Ini Sebabnya
Polisi dari Polres Bintan menggeledah bungkus plastik diduga sabu seberat 16,6 kilogram di parkiran Hotel Comfort Tanjungpinang, Jumat (17/3/2017) sore. 

TRIBUNBATAM.id TANJUNGPINANG-  ‎Tak seperti pada umumnya, tersangka yang akan menjadi terdakwa umumnya ditahan di Rutan atau Lapas, namun tidak berlaku bagi enam oknum polisi ini.

Enam anggota polisi dari Polres Bintan dan satu warga sipil dalam kasus penggelapan barang bukti sabu ioni memilih untuk ditahan di sel tahanan Polres setelah dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka oleh Polda Kepri.

Supardi, Kasipidum Kejari Tanjungpinang menuturkan,  hal itu atas dasar permintaan Kapolres Bintan.

Menurut Supardi, tidak ada yang salah ketika seorang tahanan yang belum dieksekusi kejaksaan ditahan di sel Polres.

"Kapolres Bintan yang meminta untuk ditahan di Polres Tanjungpinang. Itu berdasarkan alasan pertimbangan keamanan. Sehingga, mereka, termasuk warga sipilnya, ditahan Polres Tanjungpinang. Itu bisa karena tahanan Polres itu cabang Rutan Tanjungpinang juga," kata Supardi, Selasa (27/10/2017).

Menurutnya, keenam tersangka itu diduga takut ditahan di Rutan lantaran mendapatkan ancaman dari sejumlah narapidana.

Mengingat, keenam personel itu sebelumnya penangkap para pelaku narkoba di Bintan.

"Kita tak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Khawatir ada terjadi resiko yang lebih tinggi. Karena itu juga menjadi tanggung jawab kami," katanya lagi.

Menurut informasi di Kejari, para tersangka takut dipukuli atau mendapatkan tindakan tidak kekerasan jika di tahan di Rutan Tanjungpinang.

Ditanya soal barang bukti, ia mengaku ada Rp 32 juta uang hasil penjualan sabu oleh para oknum polisi itu. ‎

Halaman
12
Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help