Ruang Rawat Inap RS Lapangan Matak Retak-retak, Benarkah Aset Anambas?

Ruang Rawat Inap RS Lapangan Matak Retak-retak, Benarkah Aset Anambas?

Ruang Rawat Inap RS Lapangan Matak Retak-retak, Benarkah Aset Anambas?
Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman
Kondisi RS Lapangan Matak 

TRIBUNBATAM.ID, ANAMBAS-Bangunan rawat inap di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Palmatak mengalami retak pada bagian tembok dalam.

Ruang rawat inap Mina yang dibangun atas kerjasama salahsatu perusahaan migas yang ada di Mata ketika itu (Conoco Philips) dengan Ikatan Arsitek Indonesia itu, terlihat jelas mengalami retak dari bagian atas hingga bawah yang letaknya tidak jauh dari jendela salahsatu ruangan.

Pembangunan ruang rawat inap Mina ini pun, diketahui dilakukan sekitar bulan Mei 2014 ‎serta sudah digunakan oleh pihak rumah sakit untuk menampung pasien rawat inap.

"Bangunan ini merupakan bantuan dari perusahaan. Persisnya kapan saya kurang tahu. Karena saya baru sekitar dua tahun ditugaskan di sini.

Yang jelas, bangunan ini kami manfaatkan untuk menampung pasien yang memerlukan perawatan dan diinapkan di sini," ujar salahseorang dokter gigi di rumah sakit tersebut Selasa (17/10/2017).

Dokter gigi itu pun, kurang mengetahui dengan pasti mengenai kondisi bangunan retak itu sudah diketahui oleh OPD terkait ataupun perusahaan yang memberikan bantuan.

Ia hanya mengingat kalau pihak perusahaan pernah datang ke rumah sakit lapangan yang berlokasi di ‎Desa Payaklaman Kecamatan Palmatak. "Pernah mereka datang ke sini. Tapi saya kurang paham apakah kedatangan mereka terkait bangunan itu," ungkapnya..

Sekilas dari luar, tidak ada yang aneh dari bangunan yang memiliki puluhan ruang itu. Tidak hanya retak pada sisi bangunan, pada bagian plafon terlihat juga mengalami bekas terkena air hujan yang membasahi plafon.

Hal ini justru berbanding terbalik dengan bangunan ‎yang berada di sampingnya yang dibangun menggunakan APBD Kabupaten sekitar tahun 2013 lalu.

Bangunan yang diperuntukkan untuk ruang rawat inap ini pun, masih digunakan meski kondisi bangunan yang telah kusam karena cat yang telah memudar.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana ‎Kabupaten Kepulauan Anambas, Rini yang ditemui pun kurang mengetahui

apakah kondisi bangunan tersebut sudah disampaikan kepada Kepala OPD yang bersangkutan. Hanya saja, bangunan tersebut diakuinya sudah menjadi aset daerah

"Saya kurang tahu persis juga. Coba tanya Beliau (Kepala dinas). Kebetulan Beliau menghadiri acara di luar Anambas. Seingat saya, sudah menjadi aset daerah. Ada surat terimanya," ungkapnya.

‎Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak perusahaan mengenai kondisi bangunan tersebut. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help