Ketua DPRD Tewas Ditikam Istri - Sempat Dibilang Terjatuh, Dua Benda Ini Jadi Bukti Polisi

Motif pembunuhan masih terus digali oleh polisi untuk mencari penyebab kenapa istri Ketua DPRD hingga tega melayangkan tusukan ke perut suaminya.

Ketua DPRD Tewas Ditikam Istri - Sempat Dibilang Terjatuh, Dua Benda Ini Jadi Bukti Polisi
Repro Kompas TV
Putri Ketua DPRD Kolaka Utara menangis di depan jasad ayahnya di RSUD Kolaka 

TRIBUNBATAM.id, KOLAKA -  Polres Kolaka Utara menetapkan istri Ketua DPRD setempat berinisial AE sebagai tersangka pembunuhan suaminya Mussakir Sarira.

Kapolres Kolaka Utara AKBP Bambang  Satriawan mengatakan, pelaku sudah ditahan setelah mengakui perbuatannya sehingga menyebabkan suaminya yang tak lain Ketua DPRD Kolaka Utara,Musakir Sarira, meninggal.

"Tersangka benar istri sah korban dari fakta yang kita dapatkan, sedang kita dalami terkait dengan motifnya kenapa dia melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal. Sementara ini dia sudah mengaku kalau dia yang melakukan penganiayaan itu," ungkap Bambang, Kamis (19/10/2017).

Saat ini, lanjut Bambang, tersangka masih syok dan belum bisa menjelaskan lebih jauh insiden itu.

Baca: Ketua DPRD Tewas Ditikam Istri - Benarkah Sang Suami Mau Poligami?

Baca: Ketua DPRD Tewas Ditikan Istri - Kerap Tampil Mesra di Facebook, Ini Dia Sosok Istri Mussakir

Baca: Ketua DPRD Kolaka Utara Tewas dengan Luka Tusuk di Perut. Istrinya Jadi Tersangka

Pihaknya masih menyinkronkan dengan keterangan-keterangan para saksi, alat bukti, dan keterangan tersangka.

Barang bukti yang disita polisi adalah sebilah pisau dapur, gunting dan pakaian korban dan pelaku yang berlumuran darah.

Ketua DPRD Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira saat menunaikan ibadah haji bersama istrinya Andi Erni Astuti, bulan lalu. Erni tikam suaminya hingga tewas.
Ketua DPRD Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira saat menunaikan ibadah haji bersama istrinya Andi Erni Astuti, bulan lalu. Erni tikam suaminya hingga tewas. (ist)

"Barang bukti yang berhasil kita sita itu benda yang digunakan berupa pisau, baju yang berlumuran darah, dan gunting yang ada darah di TKP," katanya.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved