Kasus Asuransi BAJ! Sidang Praperadilan Nasihan Sengit! Jaksa Kejati Patahkan Dalil Penggugat!

Kasus BAJ! Sidang Praperadilan Nasihan Sengit! Jaksa Kejati Patahkan Dalil Penggugat!

Kasus Asuransi BAJ! Sidang Praperadilan Nasihan Sengit! Jaksa Kejati Patahkan Dalil Penggugat!
Suasana sidang praperadilan korupsi asuransi BAJ di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Jumat (20/10/2017) 

TRIBUNBATAM.Id.TANJUNGPINANG-Sidang Pra Peradilan antara Nasihan Melawan Kejati Kepri berlangsung sengit. Namun pada akhirnya, bantahan atas tuduhan serampangan dalam menetapkan tersangka membuat 3 Pengacara Nasihan mati kutu.

Baca: Kasus Asuransi BAJ, Benarkah Nasihan Kabur dari Penjemputan Paksa? Ini Jawaban Kejati Kepri!

Baca: Heboh! Menyamar Jadi PSK, Kapolsek Cantik Ini Dapat Kenaikan Pangkat. Langsung Promosi Jabatan!

Baca: BREAKINGNEWS: Kasus Penggelapan Sabu Barang Bukti, Kejari Pinang Segera Tahan 6 Polisi Ini!

Bahwa tanggapan yang disampaikan jaksa Andre SH 3 jaksa lainya cukup telak membantah tuduhan pengacara Nasihan terduga korupsi Asuransi Askes dan JHT BAJ Kota Batam.

"Dalam perkara ini merupakan sengketa keperdataan dan bukan tidak pidana korupsi. Keseluruhan modal merupakan independent dari Bank, bukan milik Pemerintah Pemko Batam," ‎Kata Philipus Tarigan ketua tim penasehat hukum tersangka Muhammad Nasihan saat persidangan, Jumat (20/10/2017).

Karena perdata ataupun Aquo, pengacara beranggapan Kejati tak berhak menangani.‎ ‎Selain itu juga dana 55 miliar yang sebagian disimpan didalam rekening Muhammad Nasihan itu merupakan tanggung jawab klienya sebagai advokat BAJ dalam melindungi aset perusahaan. Adapun dasar gugatan yang merujuk pada Locus Delicti atau tempat kejadian sebuah peristiwa tidaklah sesuai.

"Dalil yang disebutkan diatas tidak ada relevansinya dengan objek tidak sesuai substansinya pokok dan nanti dibuktikan di persidangan. Namun dalil yang disebutkan diatas sangat keliru bahwa dalam penyidikan Drs Nasihan membuka rekening bersama dengan Syafei," Andre Antonius SH MH menjawab dengan lantang.

Menurut keduanya membuka rekening giro tanpa sepengetahuan pemko dan mengambil dana senilai 55 miliar ke rekening bersama itu untuk kepentingan pribadi. Jaksa yang membacakan point keberatan pengacara itu pun menangkis semua pertanyaan dengan sempurna. Bahkan pengacara tak dapat berkata-kata banyak menanggapi jawaban jaksa.

Setidaknya ada 6 butir substansi gugatan Penasehat Hukum Tersangka Nasihan. Antara lain dianggapnya penyidikan yang prematur dalam menetapkan tersangka dan tidak didukung 2 alat bukti permulaan yg ckup, tidak ada unsur kerugian keuangan ngara dan merupakan perkara aquo dan bukanlah dalam ranah Tipikor.

‎Selain itu juga menurut PH Nasihan terdapat tumpang tindih Surat Perintah Penyidikan sebagai Tersangka serta locus delicti yang tidak tepat. "Tidak sedikitpun kami ragu dan gentar menghadapi mereka. Mereka tak punya dasar. Lihat saja tadi dah kelihatan mati kutu. Kita sudah sesuai SOP mekanisme dan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya lagi.

‎Para Jaksa Pra Peradilan secara rinci telah menguraikan secara yurudus dan sistematis terhadap enam poin yang dipermasalahkan. Ia menuturkan persoalkan PH dalam gugatanya tentunya telah dilengkapi dua alat bukti yang saling bersesuaian satu sama lain

"Sekali lagi kami tegaskan bahwa adalah tidak mungkin bagi kami dalam menetapkan seseorang menjadi tersangka secara ngawur tanpa didukung dua alat bukti. Apa yang dimohonkan PH dalam gugatanya hanyalah sekedar pelaksanaan hak tersangka yang substansi gugatan keluar dari objek kewenangan prapradilan berdasarkan KUHP," katanya yang juga ikut memantau di persidangan.

Suasana persidangan cukup ramai. Sidang yang dimulai pukul 10.00 WIB berakhir pukul 11.30 WIB. Agenda sidang dilanjutkan Senin pekan depan dengan agenda pemeriksaan surat-surat serta keterangan masing-masing ahli baik tersangka Nasihan maupun Kejati Kepri.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help