Korban Banjir Keluhkan Beras Bantuan, Dinsos Bintan: Tukar Saja, Kami Ganti!

Korban Banjir Keluhkan Beras Bantuan, Dinsos Bintan: Tukar Saja, Kami Ganti!

Korban Banjir Keluhkan Beras Bantuan, Dinsos Bintan: Tukar Saja, Kami Ganti!
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, BINTAN-Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bintan kembali membagikan beras sejahtera (Rastra) di Kelurahan Kijang Kota, Rabu (25/10/2017). Beras rastra ini sebelumnya bernama beras miskin alias raskin.

Baca: Korban Banjir di Bintan Timur Curhat! Beras Bantuan Berdebu, Warga Takut Masak! Halo Pak Bupati?

Baca: Terbongkar! Inilah Alasan Sebenarnya Kenapa Pasien BPJS Miskin Sering Kehabisan Kamar RS!

Baca: Angkat Telepon, Anak Ini Dengar Ibunya Menjerit Minta Tolong: Itu Jeritan Terakhir Ibunya!

Baca: BREAKINGNEWS: Hujan Disertai Petir Terjang Pelabuhan Punggur, Kapal Roro Tertunda Berangkat!

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bintan Naharuddin mengatakan, beras rastra yang dibagikan di Kijang Kota adalah menghabiskan sisa yang belum lama dibagikan. "Itu sisa program Rastra sebelumnya,"kata dia kepada Tribun.

Ditanya perihal kualitas beras yang disalurkan sering dikeluhkan, Naharuddin mengatakan, pihaknya di Dinsos sebetulnya bertugas membantu penyaluran. "Tentu yang tahu persis kualitasnya adalah Perum Bulog,"kata dia.

Sekretaris Dinsos Bintan, Sri Heny Utami turut menimpali soal kualitas beras yang sering dikeluhkan. Salah satunya bagi korban banjir di Bintan Timur lalu.

Seperti diberitakan Tribun sebelumnya, kualitas beras bantuan tersebut dinilai kurang bagus sehingga warga was was mengkonsumsinya.  Heny menjawabnya. Menurur dia, warga bisa menukar beras dimaksud.

Rabu pagi Dinsos sudah mengumpulkan warga korban banjir.

"Kita kumpulkan kembali warga yang kemarin terkena banjir, dan sudah kita berikan bantuan. Untuk menukar kembali beras yang sebelumnya berkualitas tidak bagus itu,"kata dia.

Perlu diketahui, Perum Bulog mendistribusikan berasnya ke masyarakat terbagi dua jenis. Ada jenis lokal dan jenis impor. Beras yang dibagikan ke warga korban banjir lalu merupakan jenis beras lokal.

Ciri khas beras lokal biji berwarna sedikit cokelat. Tapi kualitasnya dijamin tetap tidak mengecewakan. "Justru beras lokal punya kadar gula lebih rendah, artinya layak konsumsi,"kata Eni.

Namun jika masih tetap ragu atau takut takut mengkonsumsinya, ya monggo, warga penerima boleh mengembalikannya untuk ditukar beras lain. "Silahkan ditukar, kita akan layani. Tapi beras penggantinya tetap jenis beras lokal atau produksi dalam negeri,"kata dia.

Data Dinsos, keseluruhan jumlah beras bantuan bagi korban banjir di Bintan Timur yang dibagi mencapai 1,50 ton. Khusus untuk di wilayah Kijang Kota, penerimanya berasal dari Kampung Kuala Lumpur dan Kampung Pisang. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help