Kepala DLH Batam Ditangkap. Pengusaha Mengeluh: Kenapa Urus Amdal untuk Ekspor Terganggu

"Barang kita tidak bisa keluar. Tidak bisa diekspor untuk ‎keluar negeri. Pegawai banyak yang dipanggil Ke Polda Untuk jadi saksi," kata Helmy

Kepala DLH Batam Ditangkap. Pengusaha Mengeluh: Kenapa Urus Amdal untuk Ekspor Terganggu
TRIBUN BATAM/ALFANDI SIMAMORA
Suasana kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Rabu (25/10/2017) 

TRIBUNBATAM.id BATAM - Penangkapan Dendi N Purnomo Kepal Dinas Lingkungan Hidup oleh Polda Kepri terkait kasus suap menimbulkan permasalahan baru di lingkungan pengusaha kota Batam.

Pasalnya, pengurusan Amdal untuk mengekspor barang bekas jadi terhambat.

Helmy, seorang pengusaha asal Batam, Selasa (31/10/2017) siang mengatakan, ‎semenjak ditangkapnya Dendi, pengurusan surat-surat tidak ada lagi yang menandatangani.

"Barang kita tidak bisa keluar. Tidak bisa diekspor untuk ‎keluar negeri. Sementara pegawainya banyak yang dipanggil ke Polda Untuk menjadi saksi," sebut Helmy menerangkan.

Baca: Dendi Ditahan Polda Kepri, Pemko Tunjuk Herman Rozie Plt Kepala DLH Batam!

Baca: Setelah Kantor DLH, Giliran Kantor PT Telaga Biru Semesta Digeledah Polisi

Seharusnya, pemerintah kota harus bisa lebih cepat mengambil keputusan. Karena banyak pengusaha yang mengeluh.

"Kalau di pikir, tertangkapnya itu bukan urusan kita. Jangan sampai karena permasalahan ini kita tidak bisa bekerja," katanya.

Sejauh ini, barang-barang seperti karton yang akan dikirim keluar negeri menumpuk di pelabuhan. Padahal semua barang itu ‎sudah dimasukan ke dalam kontainer.

"Semuanya siap berangkat. Tetapi surat izin dari DLH belum ada. Orang BC Batam tidak mau melepaskan sebelum adanya surat itu," tegasnya.

‎"Saya harap pemerintah bisa menunjuk orang untuk mengisi posisi yang lama," tegasnya. (koe)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved