Melihat Proyek Sistem Informasi Umrah yang Jerat Wakil Rektor. Baling-baling Sudah Tak Berputar

Di emperan koridor, sejumlah mahasiswi sedang mengaso. Barangkali mereka sedang menunggu dosen yang memberikan mata kuliah

Melihat Proyek Sistem Informasi Umrah yang Jerat Wakil Rektor. Baling-baling Sudah Tak Berputar
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Sebagian dari proyek program integrasi sistem informasi senilai Rp 29 miliar di UMRAH Tanjungpinang 

Ruangan tersisa di bawah dua sisi atap ini kerap dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk memarkirkan kendaraannya.

Tidak jauh dari aula, sejumlah tiang kincir angin berdiri di antara semak belukar.

Tiang dan kincir angin berwarna putih kendatipun warnanya pun mulai memudar.

Ironisnya, kincir-kincir angin inipun sama sekali tidak berputar walaupun diterjang angin yang cukup kencang.

"Kincir-kincir angin itu sempat patah," ungkap Muharoni, pejabat Humas Umrah Tanjungpinang kepada Tribun seraya menunjuk kincir angin yang dia sebut dengan nama horizontal wind.

Menurut Muharoni, ada sistem berantai yang menghubungkan kincir-kincir angin, baling-baling tegak atau vertical wind, instalasi, solarest, panel listrik dan videotron.

Semuanya dihubungkan untuk menghasilkan energi yang terbarukan.

Awalnya, semua sistem berantai ini merupakan media pembelajaran bagi mahasiswa fakultas teknik.

Namun pada akhirnya sistem ini dipakai untuk menyuplai listrik untuk semua urusan rektorat.

Seiring dengan perjalan waktu, ada saja permasalahan yang timbul. Selain kincir angin yang patah, tiba-tiba saja baterai solares rusak dan receiver pun ikut rusak akibat disambar petir sehingga sistemnya tidak bisa tersambung secara online. Kini semua perangkat sistem ini sedang diperbaiki.

Halaman
1234
Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help