Melihat Proyek Sistem Informasi Umrah yang Jerat Wakil Rektor. Baling-baling Sudah Tak Berputar

Di emperan koridor, sejumlah mahasiswi sedang mengaso. Barangkali mereka sedang menunggu dosen yang memberikan mata kuliah

Melihat Proyek Sistem Informasi Umrah yang Jerat Wakil Rektor. Baling-baling Sudah Tak Berputar
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Sebagian dari proyek program integrasi sistem informasi senilai Rp 29 miliar di UMRAH Tanjungpinang 

"Kami mau kampus ini maju dan menjadi pusat informasi mulai dari kecepatan angin sampai tayangan online di videotron. Namun, muncul masalah di luar kendali manusia. Kalau dibilang semuanya mubazir, saya kira itu tergantung persepsi masing-masing ," ungkap Muharoni.

Sepengetahuan Muharoni, pengadaan kincir-kincir angin, baling-baling tegak, solarest, panel listrik, videotron serta sistem administrasi dan akademik termuat dalam tiga paket.

Biaya yang dikucurkan untuk pengadaan paket-paket ini senilai Rp 100 miliar.

"Sekarang masalah yang disidik itu baru pada sistem administrasi dan akademik. Perangkat alatnya ada di kampus Senggarang bukan di kampus Dompak.

Nilai proyek pengadaannya Rp 26 miliar. Nah, sisanya itu adalah anggaran untuk sistem berantai ini belun diselidiki," terang Muharoni.

Pejabat Humas Umrah Tanjungpinang ini tidak mengatahui secara pasti apa permasalahan di balik pengadaan sistem administrasi dan akademik itu. Masalah tersebut muncul setelah ada surat perintah dimulainya penyelidikan dari Polda Kepri. (thomm limahekin)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved