Inilah Isi Surat Perpisahan yang Ditulis Nabilah. Membacanya Bisa Bikin Baper

Perpisahan yang paling pedih adalah dilupakan. Maka jangan pernah melupakan kenangan manis yang selama ini kita lalui.

Inilah Isi Surat Perpisahan yang Ditulis Nabilah. Membacanya Bisa Bikin Baper
Tribunnews/JEPRIMA
Personil JKT48, Nabilah Ratna Ayu Azalia saat ditemui pada acara press screening film terbarunya yang bergenre horor dengan judul WEWE di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2015). Nabilah mengaku kesulitan berakting karena dia berperan bukan sebagai dirinya sendiri. (Tribunnews/Jeprima) 

Hai semuanya. Apa kabar? Lama tidak jumpa? Bertemu kembali ya denganku meski hanya lewat selembar kertas putih. Semoga dapat menyampaikan semua perasaanku dan mengobati rinduku.

Aku percaya tidak ada satupun orang yang siap dengan perpisahan. Tetapi, perpisahan akan selalu ada dan sudah menjadi bagian dari setiap pertemuan.

Begitu pula denganku pada hari ini. 6 tahun berlalu kulalui dengan suka dan duka bersama. Semua berbekas dan menjadi kenangan yang indah dan abadi diingatanku. Tak mudah untuk ku mengucapkan kata perpisahan. Rasanya tidak cukup untuk menuliskan semua yang ada di dalam isi hatiku.

Aku sangat bersyukur bisa bersama dengan JKT48, yang telah membesarkan namaku. Membimbingku menjadi orang yang profesional selama kaku di sini. Aku sudah berusaha untuk menjalankan semuanya sebaik mungkin. Meskipun terkadang tak semudah yang aku bayangkan. Sekalipun banyak rintangan yang menghadapi, aku berusaha tak peduli. Ku berusaha tetap enjoy. Namun rintangan kali ini, aku harus memilih salah satunya. Karena membagi kedua hal ini sangatlah sulit. Pendidikan dan JKT. Keduanya membutuhkan konsentrasi lebih. Maka dari itu aku memilih berkonsisten ke pendidikan. Aku sudah mencoba menjalani keduanya. Seperti sekarang ini. Tanpa kalian ketahui beberapa bulan lalu  hingga sekarang. Aku berusaha mencoba untuk tetap menjalankan tanggung jawabku dengan latihan. Karena jujur aku terlambat untuk mengikuti latihan bersama dengan yang lainnya tapi aku ingin berusaha menunjukan aku mampu walalu aku harus membagi waktu di sekolah. Ternyata tidak bisa. Aku memilih salah satu dan aku memilih ke pendidikan. Doakan aku agar tujuanku setelah kelulusan ini bisa tercapai. Aminnn. Sekarang aku benar-benar serius dalam mengejar pendidikan demi masa depanku.

Selain itu, saat tantangan yang paling besar untuk dalam berkegiatan dengan JKT48 adalah kondisi kesehatan aku sendiri. Setelah operasi usu buntu, kondisi aku tidak bisa kembali fit untuk tampil di atas panggung seperti dulu. Meskipun aku sudah diberi waktu untuk beristirahat oleh managemen, tetapi kondisiku tidak kunjung membaik.

Ada hari-hari di mana aku merasa telah menyulitkan dan membuat semua orang khawatir karena hal ini. Aku minta maaf untuk semuanya.

Sangat sulit untuk menentukan pilhan dalam hidupku saat ini. Tapi aku yakin dengan pilihan yang sudah aku buat. Aku yakin bahwa nanti aku bisa menjadi seperti apa yang selama ini aku inginkan, untuk kalian semua.

Perpisahan memang berat. Tetai aku selalu ada hikmah besar di balik itu semua, yang telah Allah rencanakan. Harapan terbesar ku semoga kalian semua bisa menerima keputusan yang sudah aku pilih. Aku yakin dengan rencana Allah untuk hidupku. Perpisahan yang paling pedih adalah dilupakan. Maka jangan pernah melupakan kenangan manis yang selama ini kita lalui. Begitu juga dengan aku yang tidak akan pernah melupakan semua yang sudah aku lewati bersama kalian.

Akhir kata. Ijinkan aku untuk melanjutkan perjalanan ini. Jalan yang aku pilih. Jalan yang membawa aku untuk menjadi sesuatu yang lebih baik lagi.

Terima kasih untuk segalanya.

Begitulah isi surat perpisahan yang ditulis Nabilah pada secarik kertas putih polos.

Penulis: Abd Rahman Mawazi
Editor: Abd Rahman Mawazi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help