Gaji tak Dibayar, Karyawan Lokal PT Galangan Mercusuar Batam Mogok Kerja

Sekitar 80 orang karyawan lokal yang berkerja di galangan kapal PT Galangan Mercusuar (GM), Tanjunguncang, Batam, mogok kerja, Senin (6/11/2017).

Gaji tak Dibayar, Karyawan Lokal PT Galangan Mercusuar Batam Mogok Kerja
Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) SP-LEM SPSI PT GM Wahyu Handoko, Senin (6/11/2017). 

TRIBUNBATAM.ID, BATAM - Sekitar 80 orang karyawan lokal  yang berkerja di galangan kapal PT Galangan Mercusuar (GM), Tanjunguncang, Batam, mogok kerja, Senin (6/11/2017).

Tindakan itu dilakukan karena mereka belum menerima  gaji sejak beberapa bulan terakhir.

Selain itu, para karyawan tersebut juga menuntut pihak perusahaan menerapkan upah sesuai nilai upah minimun sektoral (UMS) yang ada di Kota Batam.

Aksi mogok kerja sudah dilakukan karyawan sejak Sabtu (4/11/2017) lalu.

"Sudahlah gaji tidak sesuai dengan UMS, telat pula. Yang paling parah sampai hari ini kami belum gajian,"kata Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) SP-LEM SPSI PT GM Wahyu Handoko.

Dia menambahkan, pihaknya  sudah beberapa kali menanyakan soal gaji kepada pihak menajemen tapi justru diminta mengaduh ke pusat karena kantornya ada di Jakarta.

"Kami disuruh menanyakan ke menajemet di Jakarta,"kata Wahyu.

Dia menambahkan, jika belum ada kejalasan maka mereka akan terus  mogok kerja samai dengan tanggal 11 mendatang.

Ditempat yang sama, Sekretaris PUK PT GM Adi Priyatna menambahkan mogok kerja dilakukan hanya karyawan lokal.

"Ada banyak karyawan subcon (sub contract) di dalam tapi yang melaksanakan mogok kerja ini hanya karyawan lokal saja,"kata Adi.

Sampai berita ini diunggah, Tribun belum mendapat keterangan dari perusahaan karena pihak sekuriti yag ada di dalam perusahaan menutup pintu gerbang. Pihak sekuriti perusahaan pun tidak mengizinkan Tribun menemui manajemen. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help