KEPRI REGION

Jalan Penghubung Pelantar I dan II Tanjungpinang Mulai Dikerjakan. Gubernur Wanti-wanti Kontraktor

Gubernur mengingatkan agar proyek tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat, terutama lalulintas kapal nelayan di sekitar pelantar.

Jalan Penghubung Pelantar I dan II Tanjungpinang Mulai Dikerjakan. Gubernur Wanti-wanti Kontraktor
Humas Pemprov Kepri
Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyaksikan pemancanagan tiang pertama pembangunan jalan penghubung Pelantar I dan II di Tanjungpinang, Senin (6/11/2017) sore. 

Laporan Thomm Limahekin

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Rencana Pemprov Kepri membangun jalan yang menghubungkan Pelantar I dan II Tanjungpinang mulai terwujud pada Senin (6/11/2017) sore.

Hal tersebut ditandai dengan pemancangan tiang beton di Pelantar II yang disaksikan oleh Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sendiri.

Sebelum menyaksikan proses pemancangan, Nurdin sempat berdialog dengan Kabid Hubla Azis Kasim Djou dan kepala Dishub Kepri Jamhur Ismail serta pihak kontraktor.

Gubernur mengingatkan agar proyek tersebut tidak mengganggu aktivitas masyarakat, terutama lalulintas kapal nelayan di sekitar pelantar.

"Ketika memancang tiang-tiang ini, Bapak tidak boleh mengganggu aktivitas orang-orang di sini. Sebab, tempat ini dijadikan lokasi untuk masuk dan keluar pompong," ungkap Nurdin.

Dia juga mengajak kontraktor untuk berdiri di suatu lokasi lalu menunjukkan arah jalan yang menyambungkan Pelantar I dan II itu.

Dia mengingatkan kontraktor agar tidak mengganggu aktivitas kapal-kapal yang lewat di perairan sekitar lokasi proyek.

"Bapak lihat Pelantar I itu. NantiBbapak langsung tembak ke arah itu. Jangan bapak tembak lurus," jelas Nurdin yang kemudian menyaksikan secara langsung pemancangan tiang beton tersebut.

Kabid Hubla Azis Kasis Djou mengatakan proyek tersebut dikerjakan oleh PT Widya Putra Pertama, kontraktor asal Batam.

Panjang jalan tersebut mencapai 401,72 meter yang dikerjakan selama 90 hari.

"Namun, proyek ini dikerjakan sepanjang 44 meter dan lebar 14 meter dulu sampai 31 Desember 2017. Sisanya akan dilanjutkan pada 2018 nanti," jelas Azis.

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved