TribunBatam/

Mengenal Tradisi Kuliner Pijok-Pijok: Ketika Ikan, Terong, Terasi dan Tempoyak Jadi Satu

Apakah kamu sudah pernah dengar tradisi kuliner pijok-pijok dari Lampung? Ternyata seru dan membangkitkan selera makan.

Mengenal Tradisi Kuliner Pijok-Pijok: Ketika Ikan, Terong, Terasi dan Tempoyak Jadi Satu
dian radiata
Acara pijok-pijok di Way Kanan, Lampung. 

TRIBUNBATAM.ID- Saat kita jalan-jalan kemana pun, selain objek wisata yang dikunjungi, pastinya wisata kulinernya juga jangan sampai ditinggalkan.

Nah, kali ini seorang travel blogger asal Batam, Dian Radiata, baru saja pulang dari jalan-jalan ke Way Kanan, Lampung.

Dia membawa pulang oleh-oleh berupa cerita seru tentang kegiatan wisata di sana. Satu di antaranya adalah tentang tradisi kuliner warga setempat yang disebut pijok-pijok. 

Apakah kamu sudah pernah dengar? Bagi warga Lampung mungkin sudah tidak asing lagi, tapi bagi warga lainnya, belum tentu tahu tentang tradisi satu ini. 

Yuks kita simak keseruannya!

Aneka hudangan pijok-pijok.
Aneka hidangan pijok-pijok.

Siang itu rumah Ibu Devi, Kepala Kampung Gedung Batin, Way Kanan, Lampung, belum terlalu ramai. Hanya dua orang ibu terlihat sesekali memeriksa makanan yang sudah dihamparkan menjadi dua baris memanjang di ruang tengah.

Hari itu matahari bersinar garang. Setelah berpanas-panas di luar menikmati kemeriahan event Gedung Batin Bamboo Rafting, rasanya saya butuh sesuatu yang segar.

Pandangan pun jatuh pada gelas-gelas tinggi berwarna orens dan merah keunguan yang ada di antara makanan. Jus mangga dan jus buah naga itu terlihat begitu menggoda. Panas-panas ngeliat jus mangga dan jus buah naga itu rasanya segeeerr...

Pijok-Pijok atau Seruit?

"Mau pijok-pijok atau seruit?" Tanya Bu Devi sambil tersenyum ramah menyapa.

Halaman
1234
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help