TribunBatam/

Mellennial

Awas! Salah Share Konten di Media Sosial Bisa Bahaya. Ini Akibatnya!

Jika berita bohong alias hoax yang disebarkan merugikan orang lain, ancaman pidananya, bisa lebih berat.

Awas! Salah Share Konten di Media Sosial Bisa Bahaya. Ini Akibatnya!
TRIBUNBATAM/ANDRIANI
Ilustrasi 

DI era media sosial seperti sekarang ini, berbagai informasi bisa dengan sangat cepat menyebar dan menjadi viral.

Parahnya, terkadang berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya pun kerap tersebar dan membuat gaduh banyak orang padahal berlabel hoax.

Kondisi itu tak lain karena faktor mudahnya menyebarkan informasi melalui media sosial. Tinggal klik tombol share, informasi apapun akan cepat menyebar baik melalui facebook, twitter, instagram, whatsapp, dan sebagainya.

Tak hanya soal kemudahan, berita yang cepat menyebar terkadang juga karena faktor orang yang ingin menjadi yang pertama menyampaikan sebuah informasi. Akibatnya, informasi hoax pun ikutan laris disebarluaskan.

Tapi tahukah kalian guys, jika asal klik tombol share bisa berbahaya. Sebab, sejak adanya UU ITE, pelaku penyebaran kabar bohong bisa dipenjara.

Ilustrasi
Ilustrasi (TRIBUNBATAM/ANDRIANI)

Apalagi, jika berita bohong alias hoax tersebut merugikan orang lain. Ancaman pidananya, bisa lebih berat lho guys. Termasuk jika penyebar berita bohong itu adalah bot atau buzzer yang dibayar.

Pernah dengar kan berita tentang seorang pedagang bakso di Bekasi yang jadi korban berita hoax setelah dikabarkan menggunakan daging celeng dalam baksonya. Akibatnya, warung baksonya sepi dan merugi.

Karena kasus ini, penyebar berita hoax akhirnya dikenakan hukuman pidana enam tahun penjara karema melanggar UU ITE.

Selain itu, polisi juga pernah mengamankan tiga orang karena menyebar ujaran kebencian dan hoax bermuatan SARA, MFT ketua bidang informasi, dan SRN koordinator untuk wilayah Cianjur. Karena kasus ini mereka diancam hukuman 7 tahun penjara.

"Menyebarkan berita bohong itu ada undang-undang ITE. Baik meng-upload termasuk men-share berita bohong sebetulnya bisa dikenakan pidana," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian, belum lama ini. (*)

Halaman
123
Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help