TribunBatam/

AS Sedang Butuh Banyak Pilot Tempur, Nyatanya Justru Berkurang 2.000 Orang. Ada Apa?

Jumlah pilot AU telah berkurang sebanyak 2.000 orang pada bulan lalu, padahal kebutuhan pilot seharusnya mencapai 20.000 orang.

AS Sedang Butuh Banyak Pilot Tempur, Nyatanya Justru Berkurang 2.000 Orang. Ada Apa?
AFP
Pesawat US B-52 Stratofortress (kanan bawah) terbang bersama jet tempur Korea Selatan F-15K (atas) dan pesawat tempur AS F-16 (kiri bawah) dalam sebuah latihan bersama. 

TRIBUNBATAM.ID, PENTAGON- Amerika Serikat sedang membutuhkan banyak penerbang untuk angkatan udara dan pesawat tempur mereka.

Namun, ternyata jumlah pilot Angkatan Udara Amerika Serikatterut justru menyusut dengan penurunan lebih dari 10 persen.

Sekretaris Angkatan Udara AS, Heather Wilson mengatakan, jumlah pilot AU telah berkurang sebanyak 2.000 orang pada bulan lalu, padahal kebutuhan pilot seharusnya mencapai 20.000 orang.

Sebagian besar kekurangan pilot terjadi di kubu garis depan pertempuran.

"Kami terlalu sedikit untuk menjalani semua misi. Kami telah diminta mewakili negara, dan hasilnya, kami telah menewaskan pasukan kami," katanya, seperti dilansir dari VOA, Kamis (9/11/2017).

Baca: Heboh Hans-Ulrich Rudel, Pilot Satu Kaki Andalan Jerman, Telah Hancurkan 400 Tank! Ini Rahasianya!

Wilson juga bercerita tentang pertemuannya dengan seorang awak pesawat yang baru kembali dari penempatannya ke-17, pada pekan lalu.

"Mereka membawa beban yang sangat berat," tambahnya.

Menurutnya, masalah utama terkait penurunan jumlah pilot disebabkan oleh anggaran belanja pemerintah untuk AU.

"Kebutuhan terbesar kami saai ini adalah anggaran yang lebih tinggi dan stabil," kata Wilson.

Baca: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo Ditolak Masuk Amerika Serikat. Kenapa Yaa?

Kepala Staf Angkatan Udara, David Goldfein mengatakan, pasukan yang tersisa harus mampu bertempur di garis depan pada tahun depan.

"Kami sebagai negara, tidak menghasilkan cukup penerbang. Tidak cukup banyak menghasilkan pilot untuk memenuhi kebutuhan militer, bisnis, dan komersial," katanya.

Dia menyebut krisis pilot sebagai isu tingkat nasional. Selain pilot, penurunan mekanik pesawat juga mengalami penurunan. (kompas.com/Veronika Yasinta)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help