TribunBatam/

MENGUAK Kisah Perbudakan ala Colombus: Kebaikan Warga Pribumi Amerika Dibalas Kekejaman

Sikap bersahabat suku Taino terhadap Columbus dan rekan-rekannya, dibalas dengan aksi perbudakan dan penjajahan.

MENGUAK Kisah Perbudakan ala Colombus: Kebaikan Warga Pribumi Amerika Dibalas Kekejaman
Intisari
Demonstrasi anti-perbudakan. 

Masyarakat Pribumi Amerika, Columbus Tak Layak Disebut Pahlawan?)

Apalagi ketika pada tahun 1494 Columbus mengirimkan sekelompok anak buahnya dipimpin oleh Alonso de Hojeda untuk memperkuat Benteng Santo Tomas di pedalaman.

Di sebuah penyeberangan sungai, Hojeda menculik seorang kepala suku Taino dan dua kawannya.

Dengan alasan mereka telah mencuri pakaian orang-orang Spanyol itu, Hojeda memotong telinga salah seorang, sementara dua orang lainnya ia rantai dan kirim ke La Isabela.

Sejak insiden inilah orang Taino melawan kekerasan yang dilakukan orang Spanyol. Tak cuma itu.

Mereka juga melawan terhadap pajak yang benar-benar tak masuk akal.

Setiap orang Taino yang telah berusia 14 tahun dan tinggal di daerah tambang emas diwajibkan menyerahkan 3 ons emas tiap 3 bulan.

Dengan "tongkat api"-nya bangsa Spanyol semakin merajalela.

Mereka membakari perkampungan dan menangkapi ratusan lelaki, wanita, maupun anak-anak pribumi kulit merah untuk dikirim ke Eropa sebagai budak belian.

Masyarakat kecil di lingkungan La Isabela sendiri bukannya hidup adem ayem.

Halaman
1234
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help