Sebulan Lebih Tokocash Tokopedia Dibekukan BI, Ini Dampak yang Dirasakan

Chief of Staff Tokopedia, Melissa Siska Juminto mengatakan, tidak semua fitur TokoCash dibekukan oleh Bank Indonesia.

Sebulan Lebih Tokocash Tokopedia Dibekukan BI, Ini Dampak yang Dirasakan
KOMPAS.COM
Chief Executive Officer (CEO) Tokopedia William Tanuwijaya dan Presiden Direktur JNE, M Feriadi saat konfrensi pers kerja sama layanan pembayaran antara Tokopedia dan JNE di Kantor Pusat JNE, Tomang Jakarta Barat, Senin (16/10/2017). 

TRIBUNBATAM.ID- Sejak dibekukannya layanan Tokocash milik Tokopedia lebih dari sebulan lalu, perusahaan pergadangan elektronik atau e-commerce ini mengakui adanya dampak yang terjadi setelah Bank Indonesia membekukan sistem pembayarannya yakni, TokoCash.

Salah satunya, kenyamanan pengguna saat transaksi dengan TokoCash.

Chief of Staff Tokopedia, Melissa Siska Juminto mengatakan, tidak semua fitur TokoCash dibekukan oleh Bank Indonesia.

Adapun fitur yang dibekukan yakni hanya untuk pengisian uang ulang atau top up.

"Jadi memang ada dampaknya yang mengganggu, seperti kenyamanan transaksi orang. Dan juga dampak kepada sales serta merchant kami yang jumlahnya 2,5 juta," ujar di di Gedung D.Lab, Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Menurut Melissa, TokoCash dibuat untuk mempermudah masyarakat untuk bertransaksi online tanpa harus mempunyai rekening bank.

TokoCash, terang dia, juga untuk mendukung gerakan non tunai yang digagas oleh pemerintah.

"Jadi memang di Tokopedia sendiri merchant-nya yang aktif 2,5 juta. Dan memang pas TokoCash dilaunch 6-7 bulan lalu, sangat antusias. Transaksi pun jadi lebih mudah. Intinya bagaimana cara kami bisa reach untuk user dan buyer yang tidak punya rekening bank," jelas dia.

Meski demikian, Melissa belum mengetahui kapan Bank Indonesia mencabut pembekuan fitur TokoCash.

Akan tetapi, tambah Melissa, perusahaan telah mengajukan izin ke Bank Indonesia.

"Kami tetap kerja sama dengan Bank Indonesia. Jadi pihak ini lebih bagaiman both side work together untuk mewujudkan gerakan non tunai ini bersama. Kalau ditanya kapan, saya enggak tau yang pasti perizinan sudah," pungkas dia. (Kompas.com/Achmad Fauzi)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved