TribunBatam/

KISAH TAK BIASA : Kucing Liar Diduga Terlibat Kasus Percobaan Pembunuhan

Kepolisian Jepang dibuat bingung dengan kasus penyerangan dan percobaan pembunuhan yang dialami seorang wanita tua.

KISAH TAK BIASA : Kucing Liar Diduga Terlibat Kasus Percobaan Pembunuhan
Istimewa
Ilustrasi kucing 

TRIBUNBATAM.ID-  Kepolisian Jepang dibuat bingung dengan kasus penyerangan dan percobaan pembunuhan yang dialami seorang wanita tua.

Mayuki Matsumoto (82) ditemukan putrinya sudah dalam keadaan bersimbah darah di kediamannya di daerah pegunungan di selatan Jepang, Senin (6/11/2017).

Matsumoto yang dalam kesehariannya lebih banyak berbaring di ranjang itu ditemukan dengan sekitar 20 luka sayatan di wajahnya. Luka tersebut seperti cakaran kucing.

Baca: Kunjungan Ke Jepang, Donald Trump Dikecam Gara-gara Foto Ini

Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan untuk kasus percobaan pembunuhan. Demikian dilaporkan stasiun penyiaran lokal, RKK.

"Saat kami menemukannya, darah sudah menutupi wajahnya. Saya tidak tahu apa yang telah terjadi," kata putri Matsumoto.

Akibat luka-luka di wajahnya, Matsumoto yang dilaporkan sudah tidak dapat berbicara harus mendapat perawatan darurat, dilaporkan Kyodo News.

Namun, hasil penyelidikan tidak menemukan tanda-tanda adanya orang yang memasuki ataupun meninggalkan rumah saat serangan terjadi.

Baca: Viral, Dikira di Jepang, Ternyata Taman Ini Ada di Indonesia, Cek Lokasinya

Penyidik kemudian melihat luka yang dialami korban tampak seperti cakaran.

Mereka pun mengalihkan kecurigaan pada banyaknya kucing liar yang berkeliaran di sekitar kediaman Matsumoto.

Yang lebih mengejutkan, surat kabar Nishinippon Shimbun pada Jumat (10/11/2017) menulis, polisi menemukan ada jejak darah yang kemungkinan dari korban pada salah satu kucing.

"Polisi sedang menganalisis sampel darah yang diambil dari cakar kucing yang mungkin telah mencakar korban," demikian dilaporkan media nasional, NHK.

Namun, juru bicara polisi menolak mengomentari laporan dari sejumlah media meski juga tidak membantah laporan tersebut. (kompas.com/Agni Vidya Perdana)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help