1.300 Orang Disandera Kelompok Bersenjata di Papua, Satu Orang Tewas

Selain melakukan penyanderaan, KKB tersebut diduga juga menculik pekerja di lingkungan Freeport, melakukan penganiayaan dan pemerkosaan.

1.300 Orang Disandera Kelompok Bersenjata di Papua, Satu Orang Tewas
KOMPAS.com/JHON ROY PURBA
Kondisi kios di sekitar Asrama Polsek Tembagapura Mile 68, Kampung Utikini, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, yang terbakar, Minggu (5/11/2017). Kebakaran itu diduga akibat ulah kelompok kriminal bersenjata. 

TRIBUNBATAM.id, MIMIKA - Sekelompok orang bersenjata menyandera satu warga desa berpenduduk 1.300 orang di area Freeport, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) ini menyandera warga sejak Kamis lalu.

Selain melakukan penyanderaan, KKB tersebut diduga juga menculik pekerja di lingkungan Freeport, melakukan penganiayaan dan pemerkosaan.

Warga Kampung Banti menemukan korban penculikan KKB ini dalam keadaan tak bernyawa, Jumat (10/11/2017).

Korban bernama Martinus Benal, salah satu karyawan PT Pangansari Utama (perusahaan penyedia jasa katering di lingkungan PT Feeeport Indonesia).

Dia ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Kampung Banti, Kecamatan Tembagapura, sekitar pukul 15.00 WIT.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal membenarkan, korban penculikan, Martinus Beanal, ditemukan oleh warga di Kampung Banti dalam keadaan tak bernyawa.

“Benar korban sudah ditemukan. Informasinya jenazah korban langsung dimakamkan pihak keluarga,” ungkap Kamal, seperti dilansir Kompas.com.

Kamal menceritakan, kasus penculikan itu bermula saat Martinus Beanal yang tinggal di Barak E 214 Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, memutuskan untuk berjalan kaki melalui hutan dari Amole Tembagapura menuju Kampung Utikini Distrik Tembagapura, untuk menemui istrinya yang merasa ketakutan dengan situasi saat itu.

Penyanderaan kelompok bersenjata di dekat areal Freeport, Mimika, papua

Pada pukul 08.00 WIT, anak Martinus Beanal masih sempat berkomunikasi lewat ponsel dan menanyakan ayahnya sudah sampai di mana.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help