TribunBatam/

Motion

Budaya Menggendong Mulai Ditinggalkan, Komunitas Ini Gencarkan Kampanye

Kepri menggendong ingin orangtua sadar jika aktifitas menggendong anak, tidak merepotkan atau membuat capek.

Budaya Menggendong Mulai Ditinggalkan, Komunitas Ini Gencarkan Kampanye
ISTIMEWA
Komunitas Kepri Menggendong 

Ika menuturkan, lewat komunitas ini, mereka ingin menyatakan bahwa aktifitas menggendong anak, bukanlah yang merepotkan atau membuat capek.

Di sini, mereka juga saling bertukar informasi dan belajar cara-cara atau model menggendong yang benar.

"Jadi gendong anak itu sebenarnya nggak ribet. Malah memudahkan. Asal tahu caranya," kata Ika.

Untuk menggendong yang baik, ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya, bagaimana posisi kaki anak yang benar.

"Posisi gendong buat si anak tidak boleh dibaringkan. Posisi kaki anak tidak boleh menggantung, tapi harus tertekuk ke atas. Sendi anak harus tetap berada di dalam soketnya, jadi bentuk yang benar itu M shape. Kalau kaki anak menggantung, itu membuat tulang sendinya bisa jatuh," tutur Ika Fairuza. (ani)

Begini Cara Gabung Komunitasnya

NURAINI Hasanah atau yang akrab disapa Iin, admin Kepri Menggendong mengungkapkan, menggendong anak dengan kain jarik pun tidak selamanya membuat bahu atau punggung si penggendong pegal.

Iin menyebutkan, jika orangtua merasa pegal saat menggendong anaknya, kemungkinan terbesar hal itu karena cara pemakaian kain gendongan yang salah.

"Yang buat pegal, karena sudah dililit-lilit, terus ditaruh lagi di punggung. Harusnya yang benar itu, dibuat jadi simpul," kata Iin menambahkan.

Komunitas Kepri Menggendong
Komunitas Kepri Menggendong (ISTIMEWA)

Di dalam komunitas, para member pun saling sharing mengenai tata cara menggendong yang benar tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Anne Maria
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help