Korupsi Proyek KTP Elektronik

Drama 5 Jam Upaya Penangkapan Setya Novanto Hingga Kamis Dinihari. KPK: Menyerahlah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerbitkan surat perintah penangkapan Ketua DPR RI Setya Novanto, Rabu (15/11/2017) malam

Drama 5 Jam Upaya Penangkapan Setya Novanto Hingga Kamis Dinihari. KPK: Menyerahlah
KOMPAS.com
Setya Novanto dan penyidik KPK di rumah Setya Novanto 

Diminta menyerah 

Meski kedatangan penyidik KPK ke kediaman Novanto sudah tersiar, KPK belum segera memberikan pernyataan.

Baru pada Rabu jelang tengah malam, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan pernyataan tertulis mengenai imbauan agar Novanto menyerahkan diri.

Pada Kamis (16/11/2017) dinihari, pukul 00.41 WIB, KPK memberikan pernyataan resmi. Selain mengimbau agar Novanto kooperatif dan menyerahkan diri, KPK juga mengumumkan telah menerbitkan surat perintah penangkapan kepada Novanto.

"Karena ada kebutuhan penyidikan KPK menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap SN dalam dugaan tindak pidana korupsi KTP elektronik," kata Febri, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (15/11/2017).

KPK memilih untuk menangkap Novanto dengan dasar Pasal 21 KUHAP, di mana di dalamnya terdapat syarat subyektif dan tersangka diduga kuat melakukan tindak pidana.

Namun, tim KPK yang mendatangi kediaman Ketua Umum Partai Golkar itu tidak mendapati yang bersangkutan. Tim KPK pun melakukan pencarian.

Meski begitu, KPK belum menyimpulkan Novanto melarikan diri di tengah upaya penangkapannya tersebut. Nama Novanto juga belum dicantumkan dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron.

Jika Novanto tidak juga ditemukan, KPK baru akan berencana berkoordinasi dengan Polri untuk menerbitkan DPO atas Novanto.

Sementara, jika sudah menangkap Novanto, KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan apakah yang bersangkutan ditahan atau tidak.

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved