Begini Suasana Ratusan Pelajar SMP di Batam Ikuti Eksperimen Sains Sahid Science Day

"Ini pertama kalinya ikut. Soal membuat kertas dari kotoran gajah itu benar-benar saya baru tahu," ujar Nazwa.

Begini Suasana Ratusan Pelajar SMP di Batam Ikuti Eksperimen Sains Sahid Science Day
Para pelajar tengah mengikuti eksperimen sederhana di Sahid Science Day, Senin (20/11/2017) di Sahid Batam Center Hotel and Convention. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Ratusan pelajar kelas VII Sekolah Menengah Pertama  (SMP) di Batam terlihat gembira.

Dengan antusias, mereka  menonton film mengenai sains dan mempraktikannya langsung lewat‎ eksperimen kecil.

Mereka adalah anak-anak yang diundang dalam kegiatan Sahid Science Day, Senin (20/11/2017).

Satu di antara peserta, Nazwa mengungkapkan cukup banyak ilmu pengetahuan alam yang baru diketahuinya lewat kegiatan yang bertemakan Anthropecene tersebut.

"Ini pertama kalinya ikut. Beberapa yang dibahas di film sudah tahu, tapi soal membuat kertas dari kotoran gajah itu benar-benar saya baru tahu," ujar siswi SMP Negeri 12 itu di Sahid Batam Center Hotel and Convention.

Remaja berusia 12 tahun itupun mengungkapkan, dirinya memang menyukai science sejak lama.

Selain seru, ilmu pengetahuan alam inipun terasa menyenangkan baginya ketika bisa melakukan praktik langsung.

"Paling senang sama eksperimennya," ujar Nazwa.

Sementara itu, Director Business Development and Director of Sales Marketing Sahid hotel and resorts, Vivi Herlambang mengatakan Sahid Scienca Day merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan bersama-sama dengan Goethe Institut‎.

"Kalau ‎Goethe institut sudah 8 tahun melakukan ini.  Kalau di Batam, ini ke dua kalinya. Tema tahun ini anthropecene atau sesuatu yang tidak ada, bisa menjadi berguna. Di tahun ke depan mungkin bisa digunakan. Contohnya menjadikan cacing sebagai Makanan pengganti," tutur Vivi Herlambang.

‎Kegiatan inipun sebagai satu upaya Sahid hotels and resort untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dengan cara yang berbeda.

"Kalau sudah bicara science, ini seperti momok, susah buat anak-anak. Kami ingin, lewat kegiatan ini, anak-anak bisa menyukai science denga cara berbeda. Lewat tontonan film, main, eksperimen. Sehingga mereka tahu, science itu menyenangkan," kata Vivi.

Selain di Batam, kegiatan serupa pun dihelat di Solo, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Makasar, Banyuwangi, Surabaya.

Dengan total mengundang hingga 2000 anak.

"Ini sebagai jam pengganti juga untuk mereka. Di Batam sendiri ada empat sekolah yang diundang, SMP Mondial, SMP N 2, SMP N 29, dan SMP Maitreyawira. Jadi di 11 kota itu sudah ada jadwal masing-masing, sejak 25 Oktober sampai 23 November ini," tutur dia. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved