Bulan Depan, Matahari Kembali Tutup Dua Tokonya Gegara Masalah Ini

PT Matahari Department Store Tbk kembali menutup gerai ritel modern miliknya. Bulan depan dua gerai ditutup.

Bulan Depan, Matahari Kembali Tutup Dua Tokonya Gegara Masalah Ini
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Suasana Matahari Department Store di Pasaraya Manggarai, Jakarta, Selasa (19/9/2017). PT Matahari Department Store Tbk menutup dua gerai yang berlokasi di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai pada akhir bulan September 2017 akibat pusat perbelanjaan tersebut sepi pengunjung. 

TRIBUNBATAM.ID- PT Matahari Department Store Tbk kembali menutup gerai ritel modern miliknya.

Kali ini gerai yang ditutup berada di pusat perbelanjaan Taman Anggrek, Jakarta Barat, dan Lombok City Center, Nusa Tenggara Barat, masing-masing per 3 Desember 2017 dan 31 Desember 2017.

Penutupan ini menyusul beberapa gerai ritel modern milik Matahari yang telah ditutup pada tahun ini karena tidak mencapai target penjualan perseroan.

Baca: KIAMAT Bisnis Ritel tak Hanya Landa Indonesia, di Inggris Toko Busana Dunia Ini pun Gulung Tikar

Richard Gibson, CEO dan Vice President Director Matahari mengatakan, penutupan dua gerai tersebut disebabkan oleh tidak diperpanjangnya masa sewa yang telah habis.

"Dua gerai yang masa sewanya berakhir Mal Taman Anggrek Jakarta dan Lombok City Center tidak diperpanjang, kami akan memiliki total sejumlah 155 gerai di akhir tahun," ujar Richard melalui pernyataan resmi Selasa (21/11/2017).

Meski demikian, Matahari tetap membuka tiga gerai baru di Sumatera Selatan dan Surabaya, Jawa Timur.

"Dua derai department store akan dibuka di kota-kota yang baru bagi kami, memberikan kesempatan kepada kami untuk memberikan berbagai pilihan produk merchandise kami di dua pasar yang baru," tambahnya.

Sedangkan satu gerai di Surabaya, perseroan akan membuka gerai khusus bagi merek Nevada di Pakuwon Mal, Surabaya.

"Gerai Nevada di Surabaya menindaklanjuti hasil tes kami yang sukses di pasar Jakarta, dimana kami memperagakan merek Nevada dengan situasi perbelanjaannya yang khas," ungkapnya.

Richard mengatakan, strategi ini ditempuh perseroan guna menjaga kinerja perseroan ditengah penurunan pasar yang saat ini terjadi.

"Kami melihat penurunan pasar yang saat ini terjadi sebagai kesempatan bagi pemain yang kuat seperti kami untuk meningkatkan pangsa pasar, dan akan memiliki posisi yang kuat untuk pertumbuhan pada saat pasar meningkat," pungkasnya. (kompas.com/ Pramdia Arhando Julianto)

Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved