Perbankan Indonesia Ngos-Ngosan. Walau Suku Bunga Diturunkan, Kredit Hanya Tumbuh 8 Persen

Penurunan suku bunga nyatanya belum mampu menjadi obat kuat pertumbuhan permintaan kredit.

Perbankan Indonesia Ngos-Ngosan. Walau Suku Bunga Diturunkan, Kredit Hanya Tumbuh 8 Persen
TRIBUNBATAM/ENDRA KAPUTRA
Kantor Perbankan di BP Batam berjalan seperti biasa, meski ada aksi warga di halaman kantor BP Batam, Senin (13/11/2017) 

TRIBUNBATAM.ID- Penurunan suku bunga nyatanya belum mampu menjadi obat kuat pertumbuhan permintaan kredit.

Proyeksi Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit perbankan hingga akhir tahun ini akan sulit mencapai dua digit.

Bank sentral memprediksi kredit perbankan hanya tumbuh 8 persen di tahun ini. Torehan angka ini sedikit lebih baik dari pertumbuhan kredit tahun 2016 yang hanya sebesar 7,85 persen.

Baca: Bulan Depan, Matahari Kembali Tutup Dua Tokonya Gegara Masalah Ini

Lebih rinci, pada September 2017, kredit bank tumbuh 7,86% menjadi Rp 4.543 triliun. Lalu, pada Oktober 2017, BI menyebut, kredit tumbuh terbatas.

"Kredit diperkirakan tumbuh di kisaran 8% di akhir tahun ini," tandas Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman kepada KONTAN, Senin (21/11).

Beberapa sektor yang mendorong pertumbuhan kredit bank tahun ini, antara lain sektor infrastruktur, konsumsi, manufaktur dan pertanian.

Setali tiga uang, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga memproyeksikan kredit perbankan akan tumbuh 8 persen di akhir tahun ini.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan, ekonomi Indonesia yang kurang bertenaga berefek ke permintaan kredit bank di tahun ini.

Pelambatan pertumbuhan kredit dialami PT Bank Mandiri Tbk. Menurut Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas, bank dengan kode saham BMRI ini mencatat kredit tumbuh sekitar 7,7 persen atau menjadi Rp 675,6 triliun.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved