TribunBatam/

BATAM TERKINI

Terkait Dugaan Penggelapan Uang Bayar UWTO di Bengkong Kolam. Ini Kata Polisi

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya Sik mengatakan, polisi sudah meminta bukti transfer dari saksi pelapor

Terkait Dugaan Penggelapan Uang Bayar UWTO di Bengkong Kolam. Ini Kata Polisi
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Unit Reskrim Polresta Barelang sudah mengumpulkan bukti-bukti trasfer terkait laporan dugaan penggelapan yang dilakukan pimpinan sebuah Koperasi terhadap warga Bengkong Kolam terkait pembayaran UWTO.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya Sik saat dikonformasi mengatakan, polisi meminta bukti transfer dari saksi pelapor yang kemudian akan dicocokan.

"Orang-orang yang melapor adalah korban yang uangnya belum diserahkan kepada BP Batam. Kita sudah memegang beberapa bukti seperti transferan," kata Gima, Rabu (22/11/2017) siang.

Baca: Order Makan via Ojek Online, Driver Sisipkan Benda Ini saat Tahu Pelanggannya Sakit

Baca: SERIUS? Gagal ke Semifinal Babak 8 Besar Liga 2, Manajer Ancam Pindahkan PSPS ke Liga Singapura

Baca: KPU Tanjungpinang Luncurkan Maskot Pilkada. Ibu-ibu Berebut Berfoto

Sementara itu yang terlapor dalam hal ini kepala koperasi yang juga menjabat sebagai Ketua RT, sudah diminta keterangan oleh pihak kepolisian.

Namun kasus ini menurut Gima masih dalam proses penyelidikan.

"Setelah semua bukti dikumpulkan. Kita akan melakukan gelar perkara. Di sana bisa naik dari lidik ke penyidikan," katanya.

Walaupun banyak warga Bengkong kolam yang menjadi korban. Namun pihak kepolisian membuat laporan itu hanya satu berkas saja.

Sahid, seorang warga Bengkong Kolam mengatakan kerugian warga di sana bermacam-macam, tergantung luas tanah.

Namun, satu meter tanah dikenakan biaya pembayaran WTO sebanyak Rp 80 ribu.(koe)

Penulis: Eko Setiawan
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help